Jumat, 05 Juni 2026 19 Dzulhijjah 1447 H 06.38 WIB Makkah 30°C
SYARIAH

Ekosistem Haji dan Umrah Jadi Gerbang Perdagangan Indonesia-Saudi

NJ Oleh Neo Jurnalis 5 Juni 2026 4 menit baca

Hajiumrahnews.com — Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem haji dan umrah di Arab Saudi. Ekosistem tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan pelayanan ibadah, tetapi juga dapat menjadi gerbang perdagangan, investasi, dan penguatan industri halal Indonesia di pasar global.

Musim haji tahun ini berjalan baik dan mendapat apresiasi melalui berbagai peningkatan layanan bagi jemaah. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terus menghadirkan inovasi, termasuk transformasi layanan digital melalui platform Nusuk.

Penyelenggaraan haji Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah RI juga menunjukkan perkembangan positif. Salah satu penguatan yang menonjol ialah penerapan konsep istitha’ah bagi jemaah.

Pendekatan istitha’ah memberikan perhatian besar terhadap kesiapan kesehatan dan kemampuan jemaah. Upaya tersebut berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan, termasuk langkah menurunkan risiko kematian jemaah. Pembinaan dan pelatihan kedisiplinan jemaah juga diperkuat untuk menjaga kekompakan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

BPKH Limited Paparkan Mandat di Arab Saudi

Momentum haji tersebut juga menjadi ruang penguatan jejaring ekonomi Indonesia di Arab Saudi. Mudir BPKH Limited Makkah, Iman Ni’matullah, bersama Kepala Divisi Hukum dan Kepatuhan BPKH Limited, Dilal Adlin Fadil, melakukan silaturahmi dengan Ketua Komite Pengembangan Industri Halal dan Ekosistem Haji IAEI sekaligus Presiden ISABC, Muhammad Hasan Gaido.

Pertemuan berlangsung di Hotel Sofwah, Makkah Al-Mukarramah, Kamis, 4 Juni 2026 atau 18 Dzulhijjah 1447 H.

Iman Ni’matullah menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdiskusi dan memaparkan keberadaan BPKH Limited di Arab Saudi.

“BPKH Limited merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki 100 persen oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia. Kehadiran BPKH Limited di Makkah memiliki mandat untuk menjalankan bisnis dan memperkuat ekosistem haji serta umrah sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi Indonesia,” ujar Iman Ni’matullah.

Keberadaan BPKH Limited di Arab Saudi diharapkan dapat memperkuat nilai manfaat dana haji sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas dalam ekosistem haji, umrah, dan ekonomi syariah.

Peluang Jembatan Ekonomi Indonesia-Saudi

Muhammad Hasan Gaido menilai BPKH Limited memiliki peluang besar untuk memperluas peran sebagai jembatan ekonomi Indonesia dan Arab Saudi.

Hasan mengatakan kerja sama strategis dapat diperkuat melalui Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) yang dipimpin Ketua Umum Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI.

Dukungan jajaran Wakil Ketua Umum IAEI juga menjadi kekuatan penting. Beberapa di antaranya ialah Rosan Roeslani, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, serta Purbaya, Menteri Keuangan RI.

“Kolaborasi IAEI dengan BPKH Limited, insyaallah, akan memberikan dampak yang luas karena IAEI memiliki jaringan pengurus dan anggota di berbagai daerah Indonesia, termasuk kompartemen yang berada di berbagai kampus negeri maupun swasta,” ungkap Hasan Gaido.

Hasan menilai jaringan IAEI dapat menjadi modal sosial dan intelektual untuk mendorong kerja sama ekonomi syariah, industri halal, investasi, serta pengembangan ekosistem haji dan umrah yang lebih produktif.

Haji dan Umrah sebagai Pintu Masuk Industri Halal

Hasan Gaido menambahkan, potensi ekosistem haji dan umrah tidak boleh hanya dilihat sebagai pelayanan ibadah. Ekosistem tersebut juga dapat menjadi pintu masuk membangun perdagangan, investasi, dan industri halal global.

Jutaan jemaah haji dan umrah dari berbagai negara yang hadir setiap tahun di Arab Saudi membuka peluang besar bagi produk halal Indonesia.

“Saya yakin peran ini sangat menguntungkan masyarakat dan bangsa Indonesia. Mari kita bangun jembatan perdagangan ekspor produk halal, penguatan ekosistem haji, dan investasi Indonesia-Saudi Arabia. Dengan demikian, UMKM Indonesia yang sudah memiliki sertifikasi halal dapat lebih mudah masuk ke pasar Arab Saudi dan Timur Tengah,” pungkas Hasan Gaido selaku Presiden ISABC.

Sertifikasi halal yang dimiliki UMKM Indonesia perlu disambungkan dengan akses pasar yang lebih konkret. Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah dapat menjadi pasar strategis bagi produk makanan, minuman, fesyen Muslim, kosmetik halal, farmasi, layanan perjalanan, hingga produk kreatif berbasis nilai Islam.

Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah

Kolaborasi BPKH Limited, IAEI, ISABC, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi syariah dan industri halal dunia.

Tanah Suci dapat menjadi pintu gerbang diplomasi ekonomi bagi Indonesia. Ekosistem haji dan umrah memberi peluang bagi Indonesia untuk tidak hanya hadir sebagai negara pengirim jemaah terbesar, tetapi juga sebagai pemain aktif dalam perdagangan halal, investasi, dan pengembangan layanan ekonomi syariah.

Penguatan peran BPKH Limited di Arab Saudi dinilai dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk memperluas manfaat ekonomi haji. Manfaat tersebut diharapkan tidak hanya kembali kepada jemaah, tetapi juga kepada UMKM, pelaku industri halal, dunia pendidikan, dan masyarakat Indonesia secara lebih luas.

Momentum haji 1447 H/2026 M menjadi pengingat bahwa pelayanan ibadah dan pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan. Ekosistem haji dan umrah dapat menjadi ruang kolaborasi strategis untuk menghadirkan maslahat yang lebih besar bagi umat, bangsa, dan hubungan Indonesia-Arab Saudi.

Tag SYARIAH
Join WA Channel