Sabtu, 18 Juli 2026 4 Safar 1448 H 17.28 WIB Makkah 41°C
NEWS

Jelang Muktamar PBNU ke-35, Ini Tokoh NU yang Masuk Bursa Calon Ketua Umum

NJ Oleh Neo Jurnalis 18 Juli 2026 2 menit baca

Hajiumrahnews.com – Dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai menghangat. Sejumlah nama tokoh NU disebut-sebut berpeluang maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode mendatang.

Katib Syuriah PBNU, Sarmidi Husna, menyebutkan bahwa hingga saat ini telah muncul sejumlah nama yang berasal dari berbagai latar belakang kepemimpinan di lingkungan NU. Beberapa di antaranya bahkan mulai menyatakan kesiapan untuk mengikuti kontestasi.

"Ada Gus Yahya ketua umum sekarang, ada Kiai Zulfan Mustofa wakil ketua umum sekarang, terus kemudian ada Gus Yusuf Khudhori dari Pesantren Tegalrejo Magelang, ada Gus Salam Shohib Denanyar Jombang, ada Gus Rozin Ketua PWNU Jawa Tengah dan lain-lain. Banyak calonnya," ujar Sarmidi, Jumat (17/7/2026).

Selain nama-nama tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga masuk dalam pembicaraan sebagai salah satu figur yang dinilai berpeluang maju. Sarmidi menegaskan kesempatan itu terbuka bagi siapa pun selama memenuhi ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama.

"Termasuk Menteri Agama, kalau memenuhi syarat secara AD/ART NU ya silakan ikut meramaikan dan memeriahkan muktamar dalam bursa calon ketua umum," katanya.

Sarmidi menilai proses menuju pemilihan masih berlangsung secara terbuka. Mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU pun masih dapat dibahas dalam forum muktamar apabila peserta menghendaki adanya perubahan terhadap sistem yang berlaku saat ini.

Menurutnya, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin PBNU harus mampu membaca kebutuhan organisasi di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosok ketua umum mendatang juga diharapkan tetap menjaga kedekatan dengan warga NU sekaligus memiliki keberanian menyampaikan kritik dan masukan kepada pemerintah apabila diperlukan.

"PBNU atau pemimpin nanti juga harus berani memberi masukan dan mengkritisi apabila ada kebijakan pemerintah yang kurang tepat," tegasnya.

Sarmidi menambahkan bahwa pengurus cabang maupun wilayah perlu mencermati karakter kepemimpinan yang dibutuhkan organisasi ke depan agar Muktamar ke-35 menghasilkan pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga peran strategis NU bagi umat dan bangsas.

Tag NEWS
Join WA Channel