Doa Pulang Haji dan Adab Menyambut Jemaah dari Tanah Suci
Hajiumrahnews.com — Kepulangan jemaah haji ke Tanah Air biasanya disambut penuh suka cita oleh keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar. Momen tersebut bukan hanya menjadi ajang silaturahim, tetapi juga kesempatan untuk saling mendoakan.
Islam mengajarkan adab khusus ketika menyambut jemaah haji yang baru pulang dari Tanah Suci. Keluarga dan tamu dianjurkan mengucapkan salam, berjabat tangan, serta meminta jemaah haji memohonkan ampunan kepada Allah SWT.
Mengutip keterangan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang melansir NU Online, waktu utama menyambut jemaah haji adalah sebelum mereka memasuki rumah.
Anjuran tersebut merujuk pada hadis Rasulullah SAW dari Abdullah bin Umar.
“Apabila kamu menjumpai orang yang baru pulang haji, maka berilah salam kepadanya, dan jabatlah tangannya, serta mintalah kepadanya untuk memohonkan ampun bagimu sebelum dia memasuki rumahnya, sebab dia telah diampuni dosa-dosanya.” (HR Imam Ahmad).
Doa untuk Menyambut Jemaah Haji
Riwayat Imam Al-Baihaqi dari Abu Hurairah RA menyebut doa yang dapat dibaca ketika menyambut jemaah haji.
اللهم اغفر للحاج، ولمن استغفر له الحاج
Allaahummaghfir lil haajj, wa li man istaghfara lahul haajj.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dosa jemaah haji ini dan dosa orang yang dimintakan ampun olehnya.”
Syekh Abdurrauf Al-Munawi menjelaskan doa tersebut dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali.
Doa Jemaah Haji Saat Perjalanan Pulang
Jemaah haji juga dianjurkan membaca doa sepanjang perjalanan pulang dari Tanah Suci.
أَيِّبُونَ، تَائِبُونَ، عَابِدُونَ، سَاجِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
Aayibuuna, taa’ibuun, aabiduun, saajiduun li rabbinaa haamiduun.
Artinya:
“Kami pulang, bertobat, menyembah, bersujud, dan memuji Tuhan kami.”
Doa ini menjadi ungkapan syukur sekaligus pengingat bahwa kepulangan dari ibadah haji harus disertai tekad untuk terus memperbaiki diri.
Doa Saat Memasuki Kampung Halaman
Jemaah haji juga dapat membaca doa ketika memasuki kampung halaman atau tempat tinggalnya.
بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا
Bismillaah allaahumma innii as-aluka khairahaa wa khaira ahlihaa wa khaira maa fiihaa, wa a’uudzu bika min syarrihaa wa syarri ahlihaa wa syarri maa fiihaa.
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, aku memohon kebaikannya, kebaikan penduduknya, dan kebaikan segala sesuatu yang terdapat di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan penduduknya, dan keburukan segala sesuatu yang terdapat di dalamnya.”
Doa tersebut berisi permohonan agar kepulangan ke kampung halaman membawa kebaikan, keberkahan, dan perlindungan dari keburukan.
Doa untuk Haji Mabrur
Keluarga atau tamu yang menyambut jemaah haji juga dianjurkan mendoakan agar ibadah hajinya diterima Allah SWT.
قَبَّلَ اللَّهُ حَجَّكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَأَخْلَفَ نَفَقَتَكَ
Qabballallaahu hajjaka, wa ghafara dzanbaka, wa akhlafa nafaqataka.
Artinya:
“Semoga Allah menerima ibadah hajimu, mengampuni dosamu, dan mengganti pengeluaranmu.”
Kepulangan jemaah haji menjadi momentum penting untuk memperkuat doa, ukhuwah, dan kebaikan. Haji mabrur tidak berhenti di Tanah Suci, tetapi tercermin dalam perubahan akhlak, ibadah, dan kepedulian setelah kembali ke keluarga serta masyarakat.