Sabtu, 25 Juli 2026 11 Safar 1448 H 08.47 WIB Makkah 32°C
SYARIAH

MUI Canangkan Jihad Digital, Umat Diminta Tak Berguru Agama Lewat AI

NJ Oleh Neo Jurnalis 25 Juli 2026 2 menit baca

Hajiumrahnews.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencanangkan gerakan "jihad digital" sebagai strategi memperkuat dakwah di ruang siber sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai satu-satunya rujukan dalam mempelajari ilmu agama.

Gagasan tersebut disampaikan dalam rangkaian Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Jumat (24/7/2026). MUI menilai perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan penguatan literasi keislaman agar masyarakat memperoleh pemahaman agama yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis menegaskan AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana mencari informasi awal, tetapi tidak dapat menggantikan proses belajar agama yang memiliki sanad keilmuan.

"Belajar agama itu butuh transmisi keilmuan yang disebut dengan sanad. Ada yang menjamin bahwa itu benar, orisinal, dan valid. Sementara dari media (AI) itu sering kita lihat mungkin sebagian benar, tapi sebagian salah," kata Cholil.

Cholil menekankan, proses menuntut ilmu agama harus tetap dilakukan melalui ulama atau guru yang memiliki kompetensi dan keteladanan. Menurutnya, teknologi tidak dapat menggantikan peran pembimbing dalam memahami ajaran Islam secara utuh.

"Berguru harus kepada orang, kepada ulama, kepada ustadz yang memang mumpuni dan memang menjadi teladan. Tidak bisa berguru hanya kepada mesin," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar mengatakan digitalisasi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai media dakwah yang mampu menghadirkan nilai-nilai Islam di ruang digital.

"Kita ingin agar digitalisasi di negara ini, sebesar-besarnya akan kita isi dengan dakwah untuk membangun bangsa yang sebaik-baiknya," ujar Anwar.

Anwar mengungkapkan MUI juga mulai membangun kolaborasi dengan kalangan akademisi, termasuk Universitas Indonesia, untuk mengembangkan pemanfaatan AI yang mendukung penyebaran dakwah Islam secara bermartabat.

"Terutama AI yang menjadi kebutuhan ke depan, akan kita isi dengan dakwah yang bermartabat," tuturnya.

Melalui gerakan "jihad digital", MUI berharap ruang digital tidak hanya dipenuhi arus informasi yang belum terverifikasi, tetapi juga menjadi sarana penyebaran dakwah yang kredibel dengan tetap menempatkan ulama sebagai rujukan utama dalam pembelajaran agama.

Tag SYARIAH
Join WA Channel