Selasa, 07 Juli 2026 22 Muharam 1448 H 00.48 WIB Makkah 38°C
HAJI UMRAH

Kemenhaj Genjot Ekosistem Ekonomi Haji, Potensi Tembus Rp80 Triliun

NJ Oleh Neo Jurnalis 6 Juli 2026 2 menit baca

Hajiumrahnews.com — Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi haji melalui berbagai program strategis guna mengoptimalkan nilai manfaat penyelenggaraan haji bagi perekonomian nasional. Langkah tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi haji dan umrah yang sangat besar. Potensi gabungan kedua sektor tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp80 triliun per tahun, sehingga perlu dioptimalkan melalui pembangunan ekosistem yang terintegrasi.

"Pengembangan ekosistem ekonomi haji merupakan upaya untuk memastikan penyelenggaraan haji tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pelayanan ibadah, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional melalui peningkatan keterlibatan produk, jasa, dan pelaku usaha dalam negeri," ujar Jaenal.

Salah satu program yang terus diperkuat adalah peningkatan penggunaan produk lokal dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Hingga kini, Indonesia telah mengekspor 28 jenis bumbu Nusantara dengan volume lebih dari 300 ton serta memasok sekitar 3,1 juta paket makanan saji untuk memenuhi kebutuhan jemaah di Arab Saudi.

Pada sektor transportasi dan pariwisata, Ditjen PE2HU juga mengoptimalkan pemanfaatan empty flight untuk membawa wisatawan dari kawasan Timur Tengah ke Indonesia. Program tersebut telah melayani 1.723 penumpang dan akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Selain itu, Ditjen PE2HU mendorong penguatan investasi dari hulu hingga hilir, termasuk memperkuat sistem pengadaan dan distribusi produk Indonesia bagi kebutuhan jemaah haji. Pelaku usaha nasional diproyeksikan dapat mengambil porsi sekitar 30–40 persen dalam rantai nilai ekonomi haji dan umrah. Pengembangan Platform Ekonomi Haji juga terus dilakukan untuk mengintegrasikan seluruh ekosistem secara digital.

"Ekosistem ekonomi haji tidak dapat dibangun oleh satu pihak. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperkuat rantai pasok nasional, membuka peluang investasi, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," kata Jaenal.

Melalui Rakernas tersebut, Ditjen PE2HU menegaskan komitmennya untuk memperkuat implementasi program strategis pengembangan ekosistem ekonomi haji sekaligus mempererat kolaborasi lintas sektor. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi haji dan umrah sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Join WA Channel