
Hajiumrahnews.com — Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten merumuskan empat jurus penguatan kelembagaan pesantren dalam momentum halalbihalal keluarga besar organisasi tersebut. Rumusan ini disampaikan berdasarkan tausiyah KH. Ikhwan Hadiyyin yang mengaitkan kondisi pesantren dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Dalam tausiyahnya, KH Ikhwan Hadiyyin menyampaikan empat amalan utama yang bersumber dari hadis Nabi Muhammad ﷺ, yakni menyebarkan salam, memberi makan, menyambung silaturahmi, dan melaksanakan qiyamullail. Keempat amalan tersebut kemudian dimaknai sebagai prinsip gerakan kelembagaan bagi pesantren.
Ketua Presidium FSPP Provinsi Banten, Fadlullah, menyampaikan bahwa nilai-nilai tersebut relevan untuk diterapkan dalam penguatan peran pesantren di tengah dinamika sosial saat ini.
Jurus pertama yang ditekankan adalah menyebarkan salam yang dimaknai sebagai upaya membangun budaya damai di lingkungan pesantren. Konsep ini tidak hanya dipahami sebagai ucapan, tetapi juga sebagai simbol terciptanya suasana aman, nyaman, dan saling menghormati.
Lingkungan yang kondusif dinilai penting untuk mendukung proses pembelajaran santri serta menjaga stabilitas internal lembaga. FSPP menilai budaya damai merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan antaranggota.
Jurus kedua adalah memberi makan yang dimaknai sebagai penguatan kepedulian sosial pesantren terhadap masyarakat sekitar. Pesantren didorong untuk tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat solusi sosial.
Dalam implementasinya, konsep ini dapat diwujudkan melalui pengembangan kemandirian ekonomi pesantren. Model usaha seperti koperasi, pertanian, dan sektor mikro dinilai dapat menjadi sumber pendanaan sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat.
Jurus ketiga adalah menyambung silaturahmi yang diterjemahkan sebagai penguatan jaringan antarpondok pesantren. FSPP menilai kolaborasi menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan zaman.
Melalui jejaring yang kuat, pesantren diharapkan mampu berbagi sumber daya, pengalaman, serta memperluas peluang pengembangan kelembagaan secara kolektif.
FSPP juga menegaskan perannya sebagai wadah yang menghubungkan berbagai pesantren agar tidak berjalan sendiri-sendiri dalam mengembangkan potensi masing-masing.