
Hajiumrahnews.com — Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menerima kunjungan Founder Gaido Group, M Hasan Gaido, bersama CEO Gaido Travel, Muhammad Ghazi, di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai ajang silaturahmi antara pihak yang sebelumnya sama-sama aktif dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Diskusi diawali dengan mengenang pengalaman bersama di Mekkah dan Madinah, sekaligus membahas perkembangan organisasi penyelenggara haji dan umrah di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Arsad Hidayat menyoroti program Masjid Ramah Pemudik pada Idul Fitri 1447 H sebagai bagian dari implementasi program prioritas Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan rumah ibadah agar memiliki fungsi yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Kementerian Agama mendorong masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat layanan sosial, pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan masyarakat, dakwah, serta rumah perdamaian,” ujar Arsad.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan membuka peluang kolaborasi ke depan.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Harapannya ke depan dapat terjalin kolaborasi yang lebih luas,” tambahnya.
Founder Gaido Group, M Hasan Gaido, menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan program Masjid Ramah Pemudik yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan kesiapan Gaido Group untuk berkolaborasi melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah yang dimiliki.
“Gaido Group siap bersinergi dan berkontribusi dalam mendukung program-program Kementerian Agama, khususnya dalam pemberdayaan masjid dan ekonomi umat,” ujarnya.
CEO Gaido Travel, Muhammad Ghazi, menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan kontribusi konkret melalui penyediaan voucher haji khusus dan umrah bagi pengurus masjid.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk apresiasi sekaligus mendorong penguatan peran masjid dalam masyarakat.
“Kami ingin memberikan dukungan nyata kepada pengurus masjid yang terlibat dalam program ini, sebagai bagian dari penguatan peran masjid di tengah masyarakat,” kata Ghazi.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan program-program yang tidak hanya berdampak pada sektor keagamaan, tetapi juga sosial dan ekonomi masyarakat secara luas.