
Hajiumrahnews.com — Pemerintah Arab Saudi terus memperkuat kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M melalui peningkatan infrastruktur kawasan suci serta penguatan layanan kesehatan bagi petugas dan jamaah.
Wakil Gubernur Makkah Pangeran Saud bin Mishaal melakukan inspeksi lapangan ke kawasan masyair untuk meninjau kesiapan operasional menjelang musim haji. Kunjungan tersebut dilakukan sesuai arahan pimpinan Arab Saudi guna memastikan seluruh layanan jamaah berjalan optimal.
Dalam peninjauan itu, Pangeran Saud memeriksa sejumlah proyek yang dikerjakan Kidana Development Company di Mina. Proyek tersebut meliputi 195 pusat pemeliharaan lapangan, sistem akomodasi jamaah seluas lebih dari 3,5 juta meter persegi, penyediaan lebih dari 54 ribu tenda jamaah, serta lebih dari 700 dapur bertingkat dan fasilitas pendukung lainnya.
Pemerintah Saudi juga memperluas jalur pedestrian di kawasan masyair. Salah satu proyek utama ialah pembangunan area peneduh seluas lebih dari 103 ribu meter persegi guna melindungi jamaah dari cuaca panas ekstrem selama pelaksanaan ibadah haji.
Selain itu, otoritas Saudi mengganti tiang penyemprot kabut air di area Jamarat dengan 400 kipas kabut modern yang ditempatkan di plaza timur dan barat. Infrastruktur lain berupa 74 eskalator juga dibangun untuk menghubungkan tenda-tenda jamaah di Mina agar mobilitas jamaah menjadi lebih mudah dan aman.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi turut meningkatkan pengawasan lapangan terhadap seluruh fasilitas pelayanan jamaah seiring meningkatnya kedatangan jamaah haji internasional.
Pemeriksaan dilakukan pada hotel jamaah, pusat katering, layanan transportasi, lokasi penerimaan jamaah, hingga pusat pengelompokan kloter. Pemerintah Saudi memastikan seluruh penyedia layanan mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan.
Tim pengawas juga mencatat berbagai temuan lapangan untuk segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait agar seluruh layanan siap digunakan pada fase puncak haji.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi turut mengeluarkan kebijakan wajib vaksin meningitis bagi seluruh petugas yang terlibat dalam operasional haji 2026.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Abdulaziz Abdulbaqi, mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan Komite Tertinggi Haji sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit menular di kawasan padat jamaah.
“Perlindungan terhadap petugas menjadi prioritas kesehatan utama,” ujarnya.
Menurut Abdulbaqi, vaksin meningitis sangat penting untuk mencegah infeksi serius di area keramaian, meningkatkan keamanan petugas dan jamaah, serta menekan risiko penularan penyakit selama musim haji.
Ia menjelaskan bahwa vaksin meningitis yang telah diterima dalam lima tahun terakhir masih berlaku sehingga tidak memerlukan vaksin ulang.
Kementerian Kesehatan Saudi juga menegaskan bahwa vaksin meningitis menjadi syarat utama penerbitan izin kerja petugas haji. Vaksin harus diterima minimal 10 hari sebelum mulai bertugas agar efektivitas perlindungan dapat optimal.
Selain vaksin meningitis, para petugas juga dianjurkan melengkapi vaksin influenza musiman dan vaksin COVID-19 sebagai bagian dari sistem perlindungan kesehatan terpadu selama musim haji berlangsung.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Arab Saudi dalam menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang aman, nyaman, modern, dan berorientasi pada keselamatan seluruh jamaah dunia.