Menuju Seabad Gontor, Beragam Kegiatan Pendidikan, Budaya, dan Ekonomi Disiapkan
Hajiumrahnews.com — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo bersiap menyambut momentum bersejarah satu abad perjalanan pendidikan dan pengabdian kepada umat. Peringatan 100 Tahun Gontor yang akan mencapai puncaknya pada September 2026 disemarakkan dengan berbagai kegiatan berskala nasional yang melibatkan santri, alumni, tokoh pesantren, hingga masyarakat umum.
Pimpinan PMDG Ponorogo, K.H. Hasan Abdullah Sahal, menegaskan bahwa peringatan satu abad Gontor tidak dimaknai sebagai perayaan semata, melainkan momentum refleksi dan rasa syukur atas perjalanan panjang pondok dalam mendidik generasi umat.
“Kita seperti ini karena Allah, kita berubah seperti ini karena Allah, dan semua yang kita lakukan untuk Allah. Oleh karena itu, 100 tahun Gontor ini bukanlah perayaan, melainkan peringatan. Jika sudah ingat kepada Allah, barulah kita benar-benar bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya,” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal, Rabu (3/6/2026).
Diawali Super Copa 100 Tahun Gontor
Rangkaian kegiatan telah dimulai melalui ajang Super Copa 100 Tahun Gontor yang berlangsung sejak akhir Mei hingga 28 Juni 2026. Turnamen tersebut menghadirkan berbagai klub dari sejumlah daerah dan dimeriahkan laga persahabatan melawan Timnas All Star pada 31 Mei 2026.
Agenda berikutnya menghadirkan pertunjukan wayang kulit pada 6 Juni 2026 dengan dalang muda Ki Bayu Aji. Penampilan tersebut akan disertai hiburan khas Jawa bersama Cak Komet dan Cak Yudho.
Tabligh Akbar dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026 dengan menghadirkan sejumlah dai nasional, antara lain Ustadz Abdul Somad, Ustadz Das’ad Latif, Ustadz Luqmanul Hakim, dan Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar. Lantunan selawat dari grup religi El Corona juga akan memeriahkan kegiatan tersebut.
Forum Ekonomi dan Sarasehan Pesantren Nasional
Pertengahan Juni akan diisi dengan penyelenggaraan Forbis National Economic Summit & Expo 2026 pada 20–22 Juni. Forum tersebut menjadi wadah penguatan jejaring bisnis dan ekonomi para alumni Gontor dari berbagai daerah.
Sarasehan Kyai Pesantren Nasional juga digelar dalam rangkaian yang sama. Kegiatan tersebut mempertemukan para pimpinan pesantren untuk membahas berbagai tantangan dan peluang pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.
Gontor Health Care akan berlangsung pada 21 Juni 2026 sebagai bentuk kepedulian sosial melalui layanan kesehatan dan edukasi bagi masyarakat sekitar Ponorogo.
Darussalam All Star Show Tampil Setelah Satu Dasawarsa
Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah Darussalam All Star Show (DASS) Gontor Putra yang akan digelar pada 27 Juni 2026.
Panggung besar tersebut menampilkan berbagai kreativitas santri dan guru melalui pertunjukan drama, tari, musik, vokal, dan seni budaya lainnya. DASS dikenal sebagai agenda istimewa yang hanya diselenggarakan setiap satu dasawarsa.
Kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus menunjukkan tradisi pendidikan Gontor yang tidak hanya menekankan aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga pengembangan karakter serta kreativitas santri.
Festival Kaligrafi dan Museum Gontor
Rangkaian menuju puncak satu abad Gontor berlanjut pada 7–10 September 2026 melalui Festival Kaligrafi Nasional.
Momentum tersebut juga akan ditandai dengan peluncuran Museum Gontor dan Mushaf Gontor sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan warisan intelektual, sejarah, dan kontribusi pesantren terhadap pendidikan Islam di Indonesia.
Kehadiran museum diharapkan menjadi pusat dokumentasi perjalanan Gontor selama satu abad sekaligus sarana edukasi bagi generasi mendatang.
Reuni Akbar Alumni Jadi Puncak Acara
Puncak peringatan Seabad Gontor akan digelar melalui Resepsi Kesyukuran pada 19 September 2026.
Agenda tersebut dilanjutkan dengan Reuni Akbar dan Dialog Tokoh Alumni pada 20 September 2026. Ribuan alumni dari berbagai generasi diperkirakan hadir untuk mempererat silaturahmi sekaligus melakukan refleksi atas perjalanan panjang Gontor selama 100 tahun.
“Mohon doanya acara semua berjalan dengan lancar. Semua acara di Pondok Gontor Ponorogo pusat,” kata K.H. Hasan Abdullah Sahal.
Momentum satu abad Gontor menjadi tonggak penting perjalanan salah satu pesantren modern terbesar di Indonesia. Sejumlah agenda yang disiapkan tidak hanya menjadi ruang syukur atas sejarah panjang yang telah dilalui, tetapi juga menjadi ikhtiar memperkuat kontribusi pesantren dalam membangun pendidikan, peradaban, dan kemajuan umat pada masa mendatang.