Senin, 25 Mei 2026 8 Dzulhijjah 1447 H 22.53 WIB Makkah 36°C
HAJI UMRAH

8 Keistimewaan Hari Arafah yang Perlu Diketahui Umat Islam

A Oleh admin 25 Mei 2026 3 menit baca

Hajiumrahnews.com — Hari Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah merupakan salah satu hari paling agung dalam Islam. Hari ini menjadi momentum penting bagi jamaah haji yang melaksanakan wukuf di Padang Arafah sekaligus memiliki banyak keutamaan bagi seluruh umat Muslim di dunia.

Sejumlah ulama menjelaskan kemuliaan Hari Arafah berdasarkan Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW. Di antaranya disampaikan oleh Imam Ibnu Rajab Al-Hambali dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif.

Hari Disempurnakannya Agama

Hari Arafah menjadi hari turunnya ayat tentang kesempurnaan agama Islam. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa seorang Yahudi pernah berkata kepada Umar bin Khattab RA bahwa jika ayat tersebut turun kepada kaum Yahudi, mereka akan menjadikannya hari raya.

Ayat tersebut adalah firman Allah SWT:

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)

Umar RA menjelaskan bahwa ayat itu turun saat Rasulullah SAW sedang berada di Arafah pada hari Jumat.

Hari Raya bagi Kaum Muslimin

Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa ayat tersebut turun pada dua hari raya sekaligus, yakni hari Jumat dan Hari Arafah.

Karena itu, Hari Arafah disebut sebagai hari istimewa dan hari raya bagi jamaah yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah. Sementara bagi umat Islam yang tidak berhaji, disunnahkan melaksanakan puasa Arafah.

Hari yang Sangat Mulia

Sebagian ulama menyebut Hari Arafah sebagai hari paling utama dalam setahun. Bahkan diriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwa Hari Arafah lebih utama dibandingkan 10.000 hari lainnya.

Atho’ rahimahullah juga menyebut:

“Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka ia mendapatkan pahala seperti berpuasa 2.000 hari.”

Puasa Arafah Menghapus Dosa Dua Tahun

Salah satu keutamaan terbesar Hari Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah bagi umat Islam yang tidak berhaji.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR Muslim No. 1162)

Hadis tersebut menunjukkan besarnya rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan.

Hari Pengampunan dan Pembebasan dari Neraka

Keutamaan besar lainnya adalah Hari Arafah menjadi hari ketika Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka selain Hari Arafah.”
(HR Muslim No. 1348)

Dalam hadis lain disebutkan bahwa Allah SWT membanggakan para jamaah haji yang sedang wukuf di hadapan para malaikat.

“Lihatlah hamba-hamba-Ku, mereka datang kepada-Ku dalam keadaan kusut dan berdebu.”
(HR Ahmad)

Momentum Memperbanyak Ibadah dan Doa

Hari Arafah juga menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak doa, zikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Bagi jamaah haji, wukuf di Arafah merupakan inti ibadah haji sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Al-hajju Arafah.”
“Haji adalah wukuf di Arafah.”

Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan Hari Arafah dengan memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Referensi

Penjelasan keutamaan Hari Arafah ini dirangkum dari kitab Lathaif Al-Ma’arif karya Imam Ibnu Rajab Al-Hambali, hadis riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad, serta penjelasan para ulama salaf mengenai kemuliaan 9 Dzulhijjah.

Join WA Channel