Gus Irfan: Operasional Haji 2026 Selesai, Evaluasi Layanan Akan Terus Dilakukan
Hajiumrahnews.com — Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf resmi menutup operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M setelah seluruh rangkaian pemulangan jemaah Indonesia selesai pada Rabu (1/7/2026).
Penutupan operasional haji berlangsung di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, setelah Kementerian Haji dan Umrah menerima informasi kedatangan kloter terakhir jemaah Indonesia, yakni Kloter Ujung Pandang 43 di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
“Dengan demikian maka operasional haji di seluruh Indonesia saya nyatakan selesai,” ujar Mochamad Irfan Yusuf dalam acara penutupan operasional pemulangan jemaah haji Indonesia.
Kemenhaj Catat 219 Ribu Lebih Jemaah Berangkat
Sepanjang musim haji 2026, Kementerian Haji dan Umrah mencatat telah melayani 527 kloter jemaah haji reguler dengan total 202.636 jemaah dari 16 embarkasi di Indonesia.
Sementara itu, Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) memberangkatkan 16.585 jemaah haji khusus serta 1.016 petugas haji khusus.
Dari sisi karakteristik jemaah, tercatat sebanyak 44.247 jemaah lanjut usia, 170.700 jemaah risiko tinggi atau sekitar 72 persen dari total jemaah, 370 jemaah berkebutuhan khusus, serta 275 jemaah pengguna kursi roda.
Klaim Biaya Haji Turun Rp2 Juta
Menhaj Gus Irfan menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji tahun pertama Kementerian Haji dan Umrah berhasil melakukan efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Ia menyebut biaya haji tahun ini turun sekitar Rp2 juta dibandingkan sebelumnya.
“Penurunan biaya haji tahun ini sebesar Rp2 juta tanpa menurunkan kualitas layanan. Bahkan menurut pengakuan para jemaah haji, justru peningkatan layanan terasa meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Sejumlah inovasi disebut turut mendukung penyelenggaraan haji 2026, di antaranya pengaturan kuota berdasarkan antrean, penggunaan embarkasi tanpa asrama haji di Yogyakarta, percepatan proses visa, hingga digitalisasi pengawasan distribusi katering dan pelacakan petugas.
Angka Wafat Jemaah Turun, Istitha’ah Kesehatan Jadi Evaluasi
Kemenhaj juga mencatat penurunan angka kematian jemaah dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 367 jemaah dan satu petugas haji dilaporkan wafat selama berada di Arab Saudi.
Menurut Gus Irfan, angka tersebut turun sekitar 20 persen dibandingkan musim haji sebelumnya, meskipun masih menjadi perhatian pemerintah.
“Kita tahun ini sudah berhasil menurunkan tingkat kematian sekitar 20 sekian persen, tetapi itu belum angka yang memuaskan. Kita akan lebih ketatkan lagi pelaksanaan istitha’ah kesehatan,” ujarnya.
Kemenhaj mencatat masih terdapat 60 jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi, terdiri atas tujuh jemaah di Jeddah, 31 jemaah di Madinah, dan 22 jemaah di Makkah.
Kemenhaj Evaluasi Keterbatasan SDM
Dalam evaluasi operasional haji 2026, Gus Irfan mengakui pelaksanaan tahun pertama Kementerian Haji dan Umrah masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia.
“Kita masih 50 persen dari kebutuhan dari semua SDM,” katanya.
Meski demikian, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
“Dengan tim yang hanya 50 persen dari kebutuhan, kita bisa melaksanakan semuanya dengan baik. Sekali lagi terima kasih kepada para stakeholder yang membantu kami,” ujar Gus Irfan.
Kementerian Haji dan Umrah menyatakan evaluasi akan terus dilakukan sebagai bagian dari peningkatan tata kelola penyelenggaraan haji agar pelayanan kepada jemaah Indonesia semakin baik pada tahun-tahun mendatang.