Jemaah Umrah Bisa Keliling Madinah Naik Bus Tingkat, Tiket Mulai 40 Riyal
Hajiumrahnews.com — Jemaah haji dan umrah yang ingin menjelajahi berbagai destinasi bersejarah di Kota Madinah memiliki alternatif transportasi wisata berupa City Sightseeing Al-Madinah.
Bus tingkat terbuka ini berbeda dengan angkutan umum kota. City Sightseeing Al-Madinah menggunakan konsep hop-on hop-off, sehingga penumpang dapat turun di halte tertentu untuk mengunjungi destinasi, kemudian kembali naik bus berikutnya untuk melanjutkan perjalanan.
Layanan tersebut dirancang untuk membantu wisatawan mengenal sejarah, budaya, dan berbagai peninggalan Islam di Madinah. Informasi resmi Visit Madinah menyebut layanan ini memiliki dua rute dengan hingga 13 titik pemberhentian.
Konsep tersebut membuat jemaah memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengatur perjalanan ziarah tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa taksi untuk setiap lokasi.
Tiket Bus Wisata Madinah Berlaku 24 Jam

Harga yang tercantum pada laman resmi Visit Madinah menunjukkan tiket City Sightseeing Al-Madinah mulai dari 40 riyal Arab Saudi. Tiket tersebut berlaku selama 24 jam dan memungkinkan penumpang menggunakan sistem hop-on hop-off selama masa berlaku tiket.
Harga tersebut perlu diperhatikan karena laman resmi operator saat ini mencantumkan tarif berbeda berdasarkan kategori tiket. Laman operator mencantumkan harga 90 riyal untuk dewasa, 40 riyal untuk anak usia 5–12 tahun, serta 220 riyal untuk paket keluarga. Anak di bawah lima tahun dapat naik gratis jika didampingi orang dewasa.
Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa tarif “mulai 40 riyal” pada laman Visit Madinah tidak dapat langsung dianggap sebagai harga tiket dewasa. Jemaah sebaiknya mengecek harga sesuai kategori penumpang dan kanal pembelian sebelum melakukan perjalanan.
Bisa Naik dan Turun di Halte
Sistem hop-on hop-off menjadi salah satu keunggulan layanan ini. Penumpang tidak harus tetap berada di dalam bus selama perjalanan.
Jemaah dapat turun di halte yang berada dekat lokasi tujuan, melakukan ziarah atau kunjungan, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan bus berikutnya.
Beberapa lokasi yang tercantum dalam informasi resmi Visit Madinah antara lain Masjid Nabawi, Pemakaman Baqi, Medan Perang Uhud, dan Al-Manakha Square.
Informasi operator juga mencantumkan sejumlah destinasi lain dalam rute, seperti Masjid Qiblatain, Masjid Quba, Stasiun Kereta Hijaz, dan kawasan Al Noor Mall.
Layanan tersebut menjadi alternatif bagi jemaah yang ingin menggabungkan perjalanan wisata kota dengan kunjungan ke sejumlah situs yang memiliki nilai sejarah Islam.
Dua Rute Menghubungkan Berbagai Destinasi
City Sightseeing Al-Madinah menggunakan dua rute yang dirancang untuk menghubungkan berbagai kawasan penting di Kota Madinah.
Laman resmi Visit Madinah menyebut terdapat dua rute dan 13 halte.
Sementara itu, laman operator saat ini menampilkan 12 halte. Perbedaan angka tersebut kemungkinan berkaitan dengan pembaruan jaringan atau status operasional pemberhentian tertentu.
Karena itu, jemaah sebaiknya memeriksa peta dan daftar halte terbaru sebelum berangkat, terutama apabila memiliki tujuan tertentu yang ingin dikunjungi.
Dilengkapi Audio Guide 16 Bahasa
Perjalanan menggunakan bus wisata tersebut tidak hanya menawarkan transportasi. Penumpang juga mendapatkan sistem panduan audio yang tersedia dalam 16 bahasa.
Fitur tersebut memungkinkan wisatawan memperoleh informasi mengenai berbagai lokasi yang dilewati selama perjalanan. Bus juga menyediakan Wi-Fi gratis serta akses bagi pengguna kursi roda.
Fasilitas aksesibilitas menjadi nilai tambah bagi jemaah lanjut usia maupun penumpang yang menggunakan kursi roda.
Jadwal Operasional Perlu Dicek Sebelum Berangkat
Informasi mengenai masa berlaku tiket tidak sama dengan jam operasional bus.
Laman operator mencantumkan layanan dalam dua sesi, yaitu 05.30–13.30 waktu setempat dan 16.00–00.00.
Informasi pihak ketiga yang ditampilkan pada layanan City Sightseeing juga mencantumkan rentang operasional 05.30 hingga 23.59.
Kondisi tersebut berarti tiket 24 jam bukan berarti bus beroperasi tanpa berhenti selama 24 jam.
Jemaah sebaiknya memeriksa jadwal terbaru melalui kanal resmi sebelum menuju halte. Perubahan rute maupun jadwal dapat terjadi karena kondisi lalu lintas, pengaturan kawasan Masjid Nabawi, musim haji, Ramadan, atau kegiatan khusus di Madinah.
Alternatif Transportasi untuk Ziarah Madinah
City Sightseeing Al-Madinah dapat menjadi pilihan bagi jemaah yang ingin menjelajahi Madinah secara lebih fleksibel.
Keberadaan dua rute, sistem naik-turun, tiket dengan masa berlaku 24 jam, panduan audio multibahasa, Wi-Fi, serta akses kursi roda membuat layanan ini cukup relevan bagi wisatawan dan jemaah yang ingin mengunjungi sejumlah situs sejarah Islam dalam satu perjalanan.
Jemaah tetap perlu memperhitungkan kondisi fisik, jarak berjalan kaki dari halte menuju lokasi, waktu ibadah, serta jadwal keberangkatan bus. Pengaturan waktu menjadi penting agar kegiatan ziarah tidak mengganggu agenda ibadah utama selama berada di Kota Nabi.