Saudi Gunakan Data Geospasial Pantau Pergerakan Jemaah di Makkah dan Situs Suci
Hajiumrahnews.com — Pengelolaan Kota Makkah dan situs-situs suci semakin mengandalkan teknologi berbasis data. Royal Commission for Makkah City and Holy Sites memanfaatkan data geospasial dan business intelligence untuk memantau pergerakan, layanan, jaringan jalan, hingga berbagai lokasi yang berkaitan dengan aktivitas jemaah.
Teknologi tersebut menjadi semakin penting selama musim haji dan umrah ketika kepadatan pergerakan meningkat, jumlah lokasi layanan bertambah, serta kondisi jalan dan jalur transportasi dapat berubah dengan cepat.
Selama musim haji 1447 H/2026, pemanfaatan teknologi geospasial dilakukan dalam skala besar. Komisi mengelola data lebih dari 20.000 landmark, lokasi, dan layanan dalam peta digital.
Komisi juga mengembangkan dan mengelola lebih dari 20 peta interaktif yang memuat informasi mengenai berbagai landmark dan layanan di situs-situs suci, kawasan pusat Kota Makkah, serta Masjidilharam.
Pantau Perubahan Jalan dan Lokasi Layanan
Pengelolaan data tidak berhenti pada pembuatan peta. Royal Commission for Makkah City and Holy Sites juga memantau perubahan pada jaringan jalan, meninjau lokasi dan titik penting, kemudian memperbarui informasi tersebut pada peta serta platform digital yang digunakan untuk kebutuhan operasional dan panduan.
Peninjauan data turut mencakup lokasi yang berkaitan dengan pelayanan jemaah haji dan pengunjung.
Selama musim haji 1447 H, sebanyak 8.248 titik lokasi yang berkaitan dengan layanan haji ditinjau melalui peta Balady.
Data tersebut menjadi bagian dari sistem informasi spasial yang membantu berbagai pihak memahami kondisi lokasi secara lebih akurat.
Pantau 9 Juta Gambar Kondisi Lalu Lintas
Teknologi geospasial juga digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas dan kepadatan massa.
Komisi mengoperasikan platform status lalu lintas dan situational awareness untuk memantau sekaligus menganalisis kondisi pergerakan di Makkah dan situs-situs suci.
Selama musim haji 1447 H, platform tersebut memantau 9 juta gambar kondisi lalu lintas. Sistem juga merepresentasikan lebih dari 350.000 titik dan elemen lokasi serta data geospasial.
Integrasi data turut mencakup 419 halte bus yang terhubung dengan jadwal perjalanan secara langsung atau real time.
Kemampuan tersebut memungkinkan informasi mengenai kondisi lalu lintas dan transportasi diperbarui secara cepat untuk mendukung kebutuhan operasional.
Peta Digital Dipakai Ratusan Ribu Kali
Manfaat teknologi geospasial juga dirasakan langsung oleh jemaah dan pengunjung melalui platform panduan spasial digital.
Platform tersebut menyediakan 11 peta panduan yang mencakup lebih dari 5.000 lokasi.
Sepanjang musim haji 1447 H, peta-peta tersebut tercatat digunakan sebanyak 537.197 kali.
Peta Masjidilharam menjadi yang paling banyak digunakan dengan 233.590 kali penggunaan.
Peta batas administratif Makkah berada di posisi berikutnya dengan 69.275 kali penggunaan, disusul peta lokasi penting dan kamp dengan 44.084 kali penggunaan.
Data tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap informasi spasial digital semakin besar ketika jemaah harus bergerak di wilayah yang memiliki kepadatan tinggi dan banyak titik layanan.
Teknologi untuk Mendukung Pengelolaan Makkah
Royal Commission for Makkah City and Holy Sites terus mengembangkan pemanfaatan data geospasial dan business intelligence sebagai salah satu instrumen pengelolaan Kota Makkah dan situs-situs suci.
Pemanfaatan teknologi tersebut mencakup kebutuhan pemantauan, operasional, pemetaan, transportasi, hingga penyediaan informasi bagi jemaah dan pengunjung.
Skala data yang dikelola selama musim haji menunjukkan bahwa teknologi pemetaan tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat navigasi. Data geospasial telah menjadi bagian dari sistem pengambilan keputusan dan pengelolaan operasional di kawasan yang menghadapi pergerakan manusia dalam jumlah sangat besar.