Rabu, 29 Juli 2026 15 Safar 1448 H 09.35 WIB Makkah 34°C
SAUDI

Arab Saudi Rajai Pertumbuhan Pariwisata Dunia Melonjak 67 Persen

NJ Oleh Neo Jurnalis 29 Juli 2026 3 menit baca

Hajiumrahnews.com — Arab Saudi mencatat lompatan terbesar dalam industri pariwisata global pascapandemi Covid-19. Kerajaan berhasil menjadi negara dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan internasional tertinggi di dunia, mengungguli berbagai destinasi wisata mapan seperti Jepang, Prancis, hingga Amerika Serikat.

Data terbaru yang dirilis Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan jumlah wisatawan internasional yang berkunjung ke Arab Saudi pada 2025 meningkat 67 persen dibandingkan 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.

Capaian tersebut menempatkan Arab Saudi sebagai negara dengan pemulihan sekaligus pertumbuhan sektor pariwisata paling impresif di dunia.

Keberhasilan itu tidak lepas dari strategi besar pemerintah Arab Saudi yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar utama diversifikasi ekonomi melalui Vision 2030. Pemerintah menggelontorkan investasi bernilai ratusan miliar dolar AS untuk membangun destinasi baru, memperluas konektivitas penerbangan, serta mempermudah akses wisatawan melalui reformasi kebijakan visa.

Proyek-proyek berskala global seperti NEOM, The Red Sea Project, hingga pengembangan kawasan bersejarah Diriyah menjadi magnet baru yang melengkapi daya tarik wisata religi di Makkah dan Madinah.

Arab Saudi juga terus memperkuat ekosistem pelayanan haji dan umrah melalui transformasi digital, sehingga perjalanan wisata religi semakin mudah, aman, dan nyaman bagi jutaan jemaah dari berbagai negara.

Negara-negara lain turut mencatat pertumbuhan positif, meski masih berada di bawah Arab Saudi. Maroko menempati posisi kedua dengan kenaikan 53 persen, disusul Mesir 47 persen, Brasil 46 persen, dan Kolombia 45 persen.

Jepang menjadi satu-satunya negara Asia yang masuk kelompok 10 besar dengan pertumbuhan wisatawan internasional mencapai 34 persen dibandingkan sebelum pandemi. Pelemahan nilai tukar yen membuat Negeri Sakura semakin menarik bagi wisatawan mancanegara.

Sejumlah negara Eropa juga berhasil melampaui capaian sebelum pandemi. Norwegia mencatat pertumbuhan 28 persen, Serbia 27 persen, dan Denmark 22 persen. Portugal, Spanyol, serta Prancis juga telah kembali mencatat jumlah kunjungan di atas level 2019.

Sebaliknya, beberapa destinasi wisata utama dunia masih menghadapi tantangan pemulihan.

Amerika Serikat masih mengalami penurunan kunjungan wisatawan internasional sebesar 14 persen dibandingkan sebelum pandemi. Kanada turun 11 persen, Jerman 6 persen, dan Italia 5 persen.

Di kawasan Asia-Pasifik, pemulihan berlangsung lebih lambat. Thailand masih berada 17 persen di bawah capaian 2019, Selandia Baru turun 9 persen, Australia 6 persen, sedangkan Indonesia masih mencatat penurunan 4 persen dibandingkan periode sebelum pandemi.

Lambatnya pemulihan di kawasan tersebut dipengaruhi kebijakan penutupan perbatasan yang berlangsung lebih lama selama pandemi sehingga proses kebangkitan sektor pariwisata membutuhkan waktu lebih panjang.

Sementara itu, Israel menjadi negara dengan kontraksi terdalam. Jumlah wisatawan internasional ke negara tersebut anjlok 71 persen akibat konflik berkepanjangan di Gaza yang berdampak langsung terhadap industri pariwisata.

Data OECD memperlihatkan peta baru pariwisata dunia tengah bergeser. Negara-negara yang berani melakukan transformasi, memperbesar investasi, dan menghadirkan kemudahan akses wisata berhasil memanfaatkan momentum pascapandemi untuk melesat.

Bagi Indonesia, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa potensi wisata yang besar belum cukup tanpa strategi jangka panjang, pembangunan infrastruktur yang konsisten, promosi global yang agresif, serta kemudahan regulasi bagi wisatawan mancanegara. Di tengah persaingan yang semakin ketat, keberhasilan Arab Saudi menunjukkan bahwa transformasi kebijakan dapat mengubah sebuah negara menjadi destinasi wisata kelas dunia dalam waktu relatif singkat

Tag SAUDI
Join WA Channel