Jumat, 12 Juni 2026 26 Dzulhijjah 1447 H 23.10 WIB Makkah 38°C
ISLAM

Kisah Hamzah dan Umar, Dua Sahabat Rasul Saw. yang Masuk Islam pada Bulan Dzulhijjah

NJ Oleh Neo Jurnalis 12 Juni 2026 4 menit baca

Hajiumrahnews.com — Bulan Dzulhijjah tidak hanya identik dengan pelaksanaan ibadah haji, kurban, dan hari-hari utama dalam kalender Islam. Bulan ke-12 dalam penanggalan Hijriah ini juga menyimpan peristiwa penting dalam sejarah dakwah Rasulullah SAW.

Sejumlah literatur sirah mencatat bahwa Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khattab masuk Islam pada bulan Dzulhijjah. Keislaman dua tokoh besar Quraisy itu menjadi titik penting yang memperkuat posisi umat Islam di Makkah.

Hamzah dikenal sebagai paman sekaligus saudara sepersusuan Rasulullah SAW. Umar bin Khattab kelak menjadi khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Dua sosok tersebut memiliki karakter kuat, keberanian besar, dan pengaruh sosial yang tidak kecil di tengah masyarakat Quraisy.

Hamzah r.a. Membela Rasulullah

Hamzah bin Abdul Muthalib berasal dari Bani Hasyim. Ia memiliki kedudukan sosial terhormat karena merupakan putra Abdul Muthalib, kakek Rasulullah SAW.

Sebelum memeluk Islam, Hamzah tidak termasuk tokoh Quraisy yang aktif menghalangi dakwah Nabi. Ia lebih banyak diam dan memperhatikan ajaran baru yang dibawa keponakannya.

Situasi berubah ketika Abu Jahal mencaci Rasulullah SAW di Bukit Shafa. Nabi Muhammad SAW memilih diam dan tidak membalas perlakuan tersebut.

Abu Jahal kemudian memukul kepala Rasulullah SAW dengan batu. Peristiwa itu disaksikan seorang budak perempuan milik Abdullah bin Jud’an.

Hamzah yang baru pulang berburu kemudian mendengar kabar tersebut. Kemarahan pun muncul karena Rasulullah SAW diperlakukan secara kasar oleh Abu Jahal.

Hamzah segera mencari Abu Jahal. Ia mendatangi tempat berkumpul kaum Quraisy sambil membawa busur panah.

Safyurrahman Al-Mubarakfuri dalam Ar-Rahiq Al-Makhtum meriwayatkan bahwa Hamzah kemudian berdiri di dekat Abu Jahal dan menegurnya dengan keras karena telah mencela Rasulullah SAW.

Hamzah juga memukul Abu Jahal dengan busurnya hingga terluka. Momen pembelaan tersebut menjadi jalan hidayah bagi Hamzah untuk memeluk Islam.

Keislaman Hamzah terjadi pada akhir tahun keenam kenabian, tepatnya pada bulan Dzulhijjah. Kehadiran Hamzah membuat posisi umat Islam semakin kuat karena ia dikenal sebagai sosok pemberani dan disegani.

Umar r.a Awalnya Memusuhi Islam

Umar bin Khattab sebelum memeluk Islam dikenal sebagai salah satu tokoh Quraisy yang sangat keras menentang dakwah Rasulullah SAW.

Wataknya tegas, tubuhnya kuat, dan keberaniannya membuat banyak orang segan. Penolakannya terhadap Islam bahkan sampai pada keinginan untuk membunuh Rasulullah SAW.

Umar kemudian keluar membawa pedang untuk mencari Nabi Muhammad SAW. Perjalanannya terhenti ketika Nu’aim bin Abdullah memberi tahu bahwa adiknya, Fathimah binti Khattab, telah memeluk Islam.

Kabar tersebut membuat Umar marah. Ia lalu mendatangi rumah adiknya dan menemukan adanya lembaran Al-Qur’an.

Umar kemudian membaca ayat dari Surah Thaha. Salah satu ayat yang mengguncang hatinya adalah firman Allah SWT:

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

Artinya: “Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.” (QS Thaha: 14).

Ayat tersebut melunakkan hati Umar. Ia kemudian menemui Rasulullah SAW dan menyatakan keislamannya di hadapan Nabi.

“Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah,” ucap Umar di hadapan Rasulullah SAW.

Ibnul Atsir dalam Al-Kamil fi At-Tarikh mencatat Umar memeluk Islam sekitar tiga hari setelah Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam.

Dakwah Islam Semakin Kuat

Keislaman Hamzah dan Umar memberi dampak besar bagi dakwah Rasulullah SAW.

Hamzah membawa kekuatan keberanian dan perlindungan bagi umat Islam. Umar membawa pengaruh sosial dan ketegasan dalam menghadapi tekanan kaum Quraisy.

Setelah Umar masuk Islam, kaum Muslim mulai lebih berani menampakkan ibadahnya. Sejarah mencatat Umar menjadi salah satu tokoh penting yang kelak melanjutkan kepemimpinan umat Islam sebagai khalifah kedua.

Hamzah juga terus menjadi pembela Rasulullah SAW hingga gugur sebagai syahid dalam Perang Uhud. Keberanian dan pengorbanannya membuat ia dikenal sebagai Sayyidusy Syuhada, pemimpin para syuhada.

Dzulhijjah dan Pelajaran Keteguhan Iman

Kisah Hamzah dan Umar memberi pelajaran bahwa hidayah Allah dapat datang melalui berbagai jalan.

Hamzah mendapat hidayah setelah membela Rasulullah SAW dari perlakuan Abu Jahal. Umar mendapat hidayah setelah mendengar dan membaca ayat Al-Qur’an yang mengguncang hatinya.

Bulan Dzulhijjah menjadi pengingat bahwa kemuliaan ibadah tidak hanya hadir melalui haji dan kurban. Sejarah Islam juga menunjukkan bahwa bulan ini pernah menjadi saksi perubahan besar melalui masuk Islamnya dua tokoh penting yang menguatkan dakwah Nabi.

Kisah tersebut mengajarkan bahwa keberanian, ketegasan, dan kekuatan harus diarahkan untuk membela kebenaran. Hamzah dan Umar menjadi teladan bahwa hidayah dapat mengubah manusia dari posisi yang jauh menjadi pembela utama agama Allah.

Tag ISLAM
Join WA Channel