Kamis, 09 Juli 2026 24 Muharam 1448 H 14.52 WIB Makkah 39°C
SYARIAH

SHAFF 2026 Bahas Pembiayaan Syariah untuk Percepat UMKM Naik Kelas

NJ Oleh Neo Jurnalis 9 Juli 2026 3 menit baca

Hajiumrahnews.com — Bank Indonesia menggelar Sharia Financing Forum (SHAFF) 2026 Regional Kawasan Timur Indonesia (KTI) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lombok, Rabu (8/7/2026).

 Forum yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) KTI 2026 tersebut membahas strategi penguatan pembiayaan syariah guna mempercepat pertumbuhan UMKM dan ekonomi daerah.

Forum diskusi menghadirkan Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario Kartiko Pamungkas, Ekonom Ahli Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia R. Eko Aldi Irianto, serta Ketua Komite Pengembangan Industri Halal dan Ekosistem Haji Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) sekaligus Founder & CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido.
Peserta kegiatan berasal dari Bank NTB Syariah, perbankan syariah, BPRS, BAZNAS, lembaga amil zakat, serta berbagai pemangku kepentingan pengembangan ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia.

R. Eko Aldi Irianto mengajak seluruh peserta merumuskan solusi berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi pelaku UMKM.

Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan hanya memperluas pembiayaan, melainkan memastikan pelaku usaha kecil mampu naik kelas melalui dukungan pembiayaan yang tepat sasaran.
"Kita perlu melihat persoalan yang dihadapi UMKM secara objektif. Pembiayaan perbankan syariah, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), harus semakin tepat sasaran sehingga pelaku usaha benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Muhammad Hasan Gaido menilai skema pembiayaan perlu disesuaikan dengan karakteristik pelaku usaha. Pelaku usaha mikro yang baru memulai usaha, menurutnya, dapat didukung melalui skema qard hasan, yaitu pembiayaan tanpa biaya administrasi maupun bagi hasil. Pelaku usaha yang telah berkembang dapat memperoleh akses KUR syariah atau pembiayaan syariah lainnya dengan margin yang lebih terjangkau.

Hasan Gaido juga mengusulkan agar margin KUR syariah dapat ditekan hingga di bawah lima persen untuk memperkuat permodalan UMKM. Peningkatan penggunaan produk UMKM, pendampingan usaha, serta penguatan literasi ekonomi syariah juga dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.

"Menjadi pelaku usaha ekonomi syariah bukan hanya aktivitas bisnis, tetapi juga bagian dari dakwah. Bekerja merupakan ibadah. Melalui forum ini mari kita percepat terwujudnya program satu juta pengusaha ekonomi syariah di Indonesia. Kami juga telah menyiapkan ekosistem ekonomi syariah digital melalui aplikasi Gaidoo.id yang mengintegrasikan berbagai layanan ekonomi syariah dalam satu genggaman," ujar Hasan Gaido.

Direktur Bank NTB Syariah Agus mengatakan pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini berada di atas rata-rata nasional. Berbagai inovasi, termasuk Program Rinjani, terus dikembangkan untuk memperkuat digitalisasi ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Perwakilan Hidayatullah NTB, Ikhwan Hidayatullah, menyampaikan kesiapan organisasinya untuk berkolaborasi dalam pemberdayaan UMKM, pengembangan industri halal, dan percepatan pembangunan ekonomi syariah nasional.

Penyelenggaraan SHAFF 2026 diharapkan memperkuat sinergi antara regulator, industri keuangan syariah, pemerintah daerah, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan pelaku usaha dalam membangun sistem pembiayaan syariah yang lebih inklusif. Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk mempercepat UMKM naik kelas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia.

Tag SYARIAH
Join WA Channel