Rabu, 17 Juni 2026 2 Muharam 1448 H 15.53 WIB Makkah 45°C
SYARIAH

Krisis Timur Tengah, Islamic Economic Outlook 2026 Bahas Dampaknya bagi Indonesia

NJ Oleh Neo Jurnalis 17 Juni 2026 3 menit baca

Hajiumrahnews.com — Krisis Timur Tengah yang memengaruhi dinamika perekonomian global menjadi sorotan dalam forum Islamic Economic Outlook 2026: Scenario & Strategic Options from Iran–US–Israel Regional Crisis di Ballroom Bappenas, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Bappenas, Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), dan DinarStandard. Forum ini menghadirkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk mengkaji dampak krisis Timur Tengah terhadap ekonomi nasional dan ekosistem ekonomi syariah Indonesia.

Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), Sapta Nirwandar, menilai ketidakpastian geopolitik saat ini menuntut Indonesia lebih adaptif dalam membaca perubahan lanskap ekonomi global.

“Krisis geopolitik tidak hanya berdampak pada kawasan yang berkonflik, tetapi juga memengaruhi perdagangan, investasi, rantai pasok, hingga perkembangan industri halal dunia. Karena itu, Indonesia perlu menyiapkan langkah antisipatif sejak dini,” ujar Sapta.

Sapta mengatakan Indonesia memiliki peluang memperkuat posisi dalam ekonomi halal global apabila mampu menjaga stabilitas domestik sekaligus meningkatkan daya saing sektor-sektor unggulan.

Bappenas Dorong Perencanaan yang Adaptif

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Febrian Alphyanto Ruddyard, menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang adaptif terhadap berbagai kemungkinan perubahan ekonomi global.

“Perencanaan pembangunan harus mampu mengantisipasi berbagai skenario yang mungkin terjadi. Ketahanan ekonomi nasional menjadi fondasi penting agar Indonesia tetap tumbuh di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” tuturnya.

Wakil Kepala Bappenas tersebut menyebut dinamika geopolitik internasional perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan jangka menengah dan panjang.

Dinamika tersebut dapat berdampak luas terhadap sektor energi, perdagangan, investasi, dan rantai pasok. Pemerintah dinilai perlu membaca berbagai kemungkinan skenario agar kebijakan pembangunan tetap relevan dengan perubahan global.

DinarStandard Paparkan Skenario Global

Managing Director DinarStandard, Rafiuddin Shikoh, memaparkan sejumlah skenario ekonomi yang dapat muncul akibat krisis Timur Tengah dan perubahan konstelasi geopolitik dunia.

“Dunia saat ini menghadapi tingkat ketidakpastian yang tinggi. Setiap perubahan geopolitik dapat menciptakan risiko baru, tetapi pada saat yang sama juga membuka peluang bagi negara-negara yang mampu beradaptasi lebih cepat,” ujarnya.

Rafiuddin mengatakan negara dengan fondasi ekonomi yang kuat dan ekosistem halal yang berkembang berpotensi memperoleh manfaat dari pergeseran pola perdagangan dan investasi global.

Indonesia dinilai memiliki peluang strategis apabila mampu memperkuat daya saing industri halal, menjaga stabilitas ekonomi, dan memperluas kolaborasi lintas sektor.

BPJPH Tekankan Penguatan Industri Halal

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hassan, menekankan bahwa tantangan global harus dijawab melalui penguatan daya saing industri halal nasional.

“Momentum ini harus menjadi dorongan bagi Indonesia untuk memperkuat ekosistem halal dari hulu hingga hilir. Semakin kuat ekosistem yang kita miliki, semakin besar peluang Indonesia mengambil peran strategis di pasar halal dunia,” katanya.

Haikal menegaskan sertifikasi halal, penguatan industri, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memastikan Indonesia mampu memanfaatkan peluang yang muncul di tengah dinamika global.

Rujukan Strategi Ekonomi Syariah

Forum Islamic Economic Outlook 2026 diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun langkah antisipatif menghadapi dampak krisis Timur Tengah.

Krisis Iran–AS–Israel dinilai perlu dibaca bukan hanya sebagai isu geopolitik, tetapi juga sebagai tantangan ekonomi yang dapat memengaruhi arus perdagangan, investasi, energi, rantai pasok, dan perkembangan industri halal dunia.

Indonesia memiliki peluang memperkuat peran dalam ekonomi syariah global apabila mampu menyiapkan strategi yang adaptif, memperkuat ekosistem halal nasional, dan menjaga ketahanan ekonomi domestik di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Tag SYARIAH
Join WA Channel