Kemenlu: Tak Ada Jemaah Umrah Indonesia Terdampak Penutupan Bandara di Arab Saudi
Hajiumrahnews.com — Pemerintah memastikan hingga saat ini tidak ada jemaah umrah asal Indonesia yang terdampak penutupan salah satu bandara di Arab Saudi akibat meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi melalui perwakilan Indonesia di Arab Saudi untuk memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI), khususnya jemaah umrah, tetap aman.
"Bandara yang ditutup itu sebenarnya bukan bandara di Jeddah. Lokasinya sekitar 600 kilometer dari Jeddah. KJRI telah menugaskan satu orang ke bandara tersebut untuk melihat apakah ada WNI atau kelompok WNI yang terdampak di situ," ujar Arrmanatha saat ditemui di Gedung Parlemen, Kamis (16/7/2026).
Arrmanatha menjelaskan jalur penerbangan yang digunakan mayoritas jemaah umrah Indonesia melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah tetap beroperasi normal. Kondisi tersebut membuat aktivitas kedatangan maupun kepulangan jemaah umrah Indonesia tidak mengalami gangguan.
"Penerbangan dari bandara itu merupakan penerbangan bertarif rendah menuju Singapura. Sampai saat ini laporan yang kami terima menunjukkan belum ada jemaah Indonesia yang terdampak akibat penutupan bandara tersebut," katanya.
Kementerian Luar Negeri bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan WNI.
Pemerintah mengimbau seluruh WNI yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap mengikuti arahan otoritas setempat serta terus memantau informasi resmi dari KJRI Jeddah dan Kementerian Luar Negeri. Hingga kini, penyelenggaraan ibadah umrah bagi jemaah Indonesia dilaporkan tetap berlangsung normal.