
Hajiumrahnews.com — Dai nasional Ustaz Syam Nur Makka El Marusy memimpin sholat tarawih sekaligus menyampaikan tausiah Ramadhan di Masjid Al Barokah Tanah Abang, Jakarta, Selasa (24/2/2026) malam. Kegiatan ini dihadiri Dewan Pembina, Dewan Pengawas, serta Pengurus Yayasan Albarokah Qolbun Salim, jajaran DKM, alim ulama, dan jamaah yang memadati masjid hingga penuh. Tausiah tersebut menekankan pentingnya ilmu dalam ibadah serta keteladanan tokoh-tokoh saleh dalam sejarah Islam.
Dalam ceramahnya, Ustaz Syam mengangkat kisah Uwais al-Qarni, sosok yang dikenal sebagai hamba Allah yang tidak masyhur di bumi, namun memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bahkan meminta sahabat Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib untuk mencari Uwais dan menyampaikan salam kepadanya saat musim haji.
Menurut Ustaz Syam, kisah tersebut mengajarkan tentang keikhlasan dan kesederhanaan. Uwais dikenal sebagai pribadi yang berbakti kepada ibunya dan hidup jauh dari sorotan publik. Bekas penyakit cacar yang tersisa di tubuhnya menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah nikmat yang harus disyukuri.
“Orang beriman memiliki dua pegangan hidup. Saat sehat dan bahagia, ia bersyukur. Saat diuji atau sakit, ia bersabar,” ujar Ustaz Syam di hadapan jamaah.
Ia menegaskan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan terletak pada popularitas, melainkan pada ketakwaan dan kedekatan kepada Allah SWT. Nilai tersebut relevan dengan semangat Ramadhan sebagai bulan peningkatan kualitas diri.
Selain mengangkat kisah teladan, Ustaz Syam juga menekankan pentingnya ilmu dalam menjalankan ibadah. Ia mengingatkan bahwa ibadah yang tidak dilandasi ilmu berpotensi kehilangan arah dan nilai.
“Ibadah harus pakai ilmu. Orang berilmu bahkan tidurnya bisa bernilai ibadah. Sementara orang yang tidak berilmu, bisa jadi ibadahnya belum tentu diterima Allah SWT,” katanya.
Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak salah memahami prioritas ibadah di bulan Ramadhan. Puasa merupakan kewajiban tahunan, sedangkan sholat lima waktu adalah kewajiban harian yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun.
“Jangan sampai kita semangat mengejar tarawih, tetapi meninggalkan sholat Isya berjamaah. Keseimbangan dan pemahaman itu penting,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Albarokah, Muhammad Ahmad Syahril, menyampaikan bahwa selama Ramadhan pihaknya menghadirkan imam dan penceramah secara bergilir setiap hari. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen pengurus dalam memakmurkan masjid dan meningkatkan semangat ibadah jamaah.
“Kami mengundang masyarakat sekitar untuk memakmurkan masjid. Berbagai kegiatan dapat berjalan dengan baik karena kontribusi aktif jamaah,” ujarnya.
Selain ceramah tarawih, masjid juga menyediakan takjil berbuka puasa setiap hari bagi jamaah. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Ramadhan di Masjid Al Barokah Tanah Abang diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas ibadah tahunan, tetapi juga ruang peningkatan kualitas keimanan yang berkelanjutan.