
Hajiumrahnews.com — Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) bersama Gaido Group menyatakan komitmennya untuk mendorong pengembangan konsep Green Halal sebagai bagian dari masa depan industri Indonesia dan ekonomi global yang lebih berkelanjutan.
Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi penguatan ekosistem halal yang berlangsung pada Selasa (19/5/2026). Konsep halal dinilai tidak lagi sekadar identik dengan label keagamaan, melainkan telah berkembang menjadi simbol kebersihan, keamanan, kualitas, etika, dan keberlanjutan yang diterima secara universal.
Sekretaris Jenderal PP ISNU, Wardi Taufik, mengatakan dunia internasional kini mulai memandang halal sebagai standar hygiene dan ethical production yang relevan tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga masyarakat global secara umum.
“Hari ini halal adalah bahasa universal tentang kebersihan, kesehatan, kualitas, dan tanggung jawab. Halal bukan hanya urusan syariat, tetapi juga masa depan peradaban dunia,” ujar Wardi Taufik.
Menurutnya, konsep halal-thayyib harus menjadi fondasi dalam membangun ekosistem industri masa depan yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Ia menilai, perkembangan industri halal global membuka peluang besar bagi Indonesia untuk tampil sebagai salah satu pusat ekonomi halal dunia, terutama dengan dukungan sumber daya manusia, kekuatan pasar Muslim, serta karakter Islam moderat yang dimiliki Indonesia.
Sementara itu, Ketua Komite Bilateral Tunisia KADIN Indonesia sekaligus pendiri Gaido Group, M. Hasan Gaido, menegaskan bahwa tren industri halal dunia kini bergerak menuju konsep Green Halal yang mengintegrasikan nilai spiritual dengan tanggung jawab lingkungan.
“Dunia sekarang tidak hanya mencari produk halal, tetapi juga produk yang bersih, sehat, ramah lingkungan, dan memiliki tanggung jawab etik,” kata Hasan Gaido.
Menurut pimpinan Gaido Travel tersebut, Green Halal akan menjadi wajah baru ekonomi global karena menggabungkan aspek keberlanjutan lingkungan, teknologi, kualitas produksi, serta nilai-nilai etika dalam industri modern.
Hasan Gaido menilai Indonesia memiliki peluang strategis menjadi pusat halal dunia karena didukung jumlah penduduk Muslim terbesar, pertumbuhan industri halal nasional, serta meningkatnya perhatian dunia terhadap produk-produk yang berkelanjutan dan beretika.
“Green Halal diyakini akan menjadi wajah baru ekonomi global yang menggabungkan nilai spiritual, keberlanjutan lingkungan, teknologi, serta masa depan industri yang lebih beretika,” ujarnya.
Selain menjabat sebagai pendiri Gaido Group, Hasan Gaido juga diketahui menjabat sebagai Ketua Komite Pengembangan Industri Halal dan Ekosistem Haji Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI).
Dorongan penguatan Green Halal tersebut diharapkan mampu memperluas daya saing produk Indonesia di pasar internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri halal global yang terus berkembang pesat.