Minggu, 07 Juni 2026 21 Dzulhijjah 1447 H 16.33 WIB Makkah 42°C
HAJI UMRAH

Sejarah Baru, 17 Ribu Jemaah Reguler Menginap di Hotel Bintang Empat dan Lima di Madinah

NJ Oleh Neo Jurnalis 7 Juni 2026 3 menit baca

Hajiumrahnews.com — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan hampir 17 ribu jemaah haji reguler Indonesia gelombang kedua akan menempati hotel setaraf bintang empat dan lima selama berada di Madinah.

Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil setelah meninjau langsung kesiapan fasilitas Hotel Millennium Al Aqeeq, Madinah, Sabtu (6/6/2026), menjelang kedatangan jemaah haji gelombang kedua.

“Ini dalam sejarah perhajian kita, baru kali ini jemaah kita yang totalnya sekitar hampir 17 ribu orang menikmati hotel berbintang empat dan lima,” ujar Dahnil.

Dekat Masjid Nabawi

Data Kementerian Haji dan Umrah menyebut sebanyak 16.904 jemaah haji reguler dijadwalkan mulai tiba di Madinah pada Ahad (7/6/2026).

Jemaah tersebut akan menginap di sejumlah hotel premium yang berlokasi sangat dekat dengan pelataran Masjid Nabawi. Beberapa hotel yang disiapkan antara lain Millennium Al Aqeeq, Hilton, Makarem, dan Front Taiba.

Fasilitas hotel premium tersebut selama ini lebih banyak digunakan untuk melayani jemaah haji khusus atau ONH Plus.

Hotel Millennium Al Aqeeq yang ditinjau Wamenhaj hanya berjarak sekitar 50 meter dari gerbang Masjid Nabawi. Kedekatan lokasi tersebut diharapkan memudahkan jemaah, terutama lansia, dalam menjalankan ibadah di Masjid Nabawi.

Fasilitas Dinilai Layak

Dahnil mengecek berbagai fasilitas hotel secara detail, mulai dari restoran, ruang makan jemaah, hingga sejumlah tipe kamar tidur.

Wamenhaj menilai fasilitas yang disiapkan sangat baik dan layak bagi dhuyufurrahman atau tamu-tamu Allah.

Pemerintah menilai peningkatan kualitas akomodasi menjadi salah satu bagian penting dari transformasi layanan haji Indonesia tahun ini. Jemaah reguler diharapkan dapat memperoleh kenyamanan lebih baik setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Lansia Diminta Jadi Prioritas

Dahnil juga memberikan instruksi khusus kepada petugas akomodasi Daerah Kerja Madinah. Kamar dengan akses terbaik diminta diprioritaskan bagi jemaah lanjut usia dan jemaah yang memiliki kebutuhan khusus.

“Kalau bisa fasilitas yang bagus ini, utamakan yang sepuh-sepuh lansia,” kata Dahnil kepada jajaran petugas di lapangan.

Arahan tersebut diberikan agar jemaah lansia tidak kesulitan mengakses fasilitas hotel maupun menuju Masjid Nabawi.

Kementerian Haji dan Umrah sebelumnya menempatkan layanan ramah lansia sebagai salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M.

Layanan Madinah Siaga Penuh

Wamenhaj menegaskan seluruh fasilitas dan layanan di Madinah harus berada dalam kondisi siaga penuh menyambut kedatangan jemaah haji reguler gelombang kedua.

“Besok ketika jemaah haji reguler tiba di sini, semua sudah siap. Mudah-mudahan ini bisa terus kita upgrade. Peningkatan layanan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan ibadah haji,” pungkas Dahnil.

Kedatangan jemaah gelombang kedua ke Madinah menjadi bagian dari fase akhir penyelenggaraan haji 2026. Jemaah akan menjalani ibadah Arbain, ziarah, dan rangkaian layanan lainnya sebelum kembali ke Tanah Air secara bertahap.

Join WA Channel