Saudi Tingkatkan Tata Kelola Data Haji, 200 Perusahaan Ikut Pelatihan Khusus
Hajiumrahnews.com — Pemerintah Arab Saudi terus memperkuat tata kelola data dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Saudi Data and AI Authority (SDAIA) bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menggelar workshop khusus guna meningkatkan pemahaman perusahaan layanan haji mengenai perlindungan data pribadi dan tata kelola informasi.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan lebih dari 200 perusahaan penyedia layanan jemaah haji, baik dari dalam maupun luar Arab Saudi. Sebanyak lebih dari 70 pejabat Kementerian Haji dan Umrah turut berpartisipasi dalam program tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Arab Saudi memperkuat kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data sekaligus mengurangi praktik pengelolaan data yang tidak sesuai standar.
Perkuat Tata Kelola Data Jemaah
Workshop difokuskan pada peningkatan kapasitas perusahaan dalam menerapkan praktik terbaik pengelolaan data.
Materi yang diberikan mencakup klasifikasi data, standar kualitas data, perlindungan data pribadi, serta tata kelola informasi yang sesuai dengan kerangka regulasi nasional Arab Saudi.
Pemerintah Saudi menilai kualitas dan akurasi data menjadi elemen penting dalam meningkatkan pelayanan kepada jutaan jemaah yang datang setiap tahun.
Pengelolaan data yang baik juga akan membantu penyedia layanan dalam memahami kebutuhan jemaah secara lebih tepat dan cepat.
Dukung Transformasi Digital Haji
Program tersebut sejalan dengan transformasi digital yang terus dikembangkan Arab Saudi dalam ekosistem haji dan umrah, termasuk melalui platform Nusuk yang kini menjadi pusat layanan digital bagi jemaah.
Pemanfaatan data yang terintegrasi memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih akurat serta peningkatan efisiensi operasional dalam berbagai layanan haji.
SDAIA menegaskan bahwa penguatan tata kelola data menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan yang aman, modern, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.
Tingkatkan Integrasi Layanan
Selain memperkuat perlindungan data, workshop juga mendorong integrasi dan pertukaran informasi yang lebih efektif di antara seluruh pemangku kepentingan dalam sektor haji dan umrah.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antarinstansi, mempercepat respons layanan, serta memperkuat kualitas pengalaman jemaah selama berada di Tanah Suci.
Upaya tersebut merupakan bagian dari visi Arab Saudi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah melalui pemanfaatan teknologi, kecerdasan buatan, serta tata kelola data yang semakin profesional.
Penguatan keamanan dan kualitas data dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung penyelenggaraan haji yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi jutaan jemaah dari berbagai negara setiap tahunnya.