Jumat, 19 Juni 2026 4 Muharam 1448 H 00.34 WIB Makkah 35°C
HAJI UMRAH

Prabowo Apresiasi Haji 2026, Kemenhaj Siapkan Layanan Lebih Baik untuk 2027

NJ Oleh Neo Jurnalis 18 Juni 2026 4 menit baca

Hajiumrahnews.com — Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas penyelenggaraan ibadah Haji 1447 H/2026 M yang dinilai berjalan baik.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Presiden menerima Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama jajaran pimpinan DPR RI dan anggota Komisi VIII DPR RI di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini sekaligus arahan strategis untuk meningkatkan kualitas layanan jemaah pada musim haji mendatang.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa penyelenggaraan Haji 2026 menunjukkan sejumlah kemajuan. Capaian tersebut meliputi percepatan penerbitan visa, distribusi kartu Nusuk sebelum keberangkatan, peningkatan kualitas akomodasi, serta kelancaran mobilitas jemaah.

“Alhamdulillah, Bapak Presiden memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji tahun ini. Berbagai perbaikan yang dilakukan mampu menghadirkan layanan yang lebih baik bagi jemaah Indonesia,” ujar Menhaj.

Gus Irfan menjelaskan, Kemenhaj mulai menjalankan tugas pada September 2025. Tahapan penyelenggaraan haji dari Pemerintah Arab Saudi telah berjalan sejak Juni 2025 sehingga sejumlah persiapan harus dikejar dalam waktu singkat.

Kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan dukungan DPR RI melalui Tim Pengawas Haji dinilai menjadi faktor penting yang membuat persiapan tersebut dapat berjalan baik.

Visa dan Nusuk Jadi Capaian Positif

Salah satu capaian penting penyelenggaraan Haji 2026 adalah percepatan penerbitan visa jemaah. Proses tersebut berhasil diselesaikan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Distribusi kartu Nusuk sejak di Tanah Air juga turut mendukung kelancaran layanan jemaah. Langkah tersebut membantu meminimalkan berbagai persoalan yang sebelumnya kerap terjadi, seperti jemaah terpisah dari rombongan, kesulitan memperoleh akomodasi, dan kendala layanan dasar saat berada di Arab Saudi.

Kemenhaj juga mulai menerapkan skema kontrak layanan multiyears dengan sejumlah penyedia layanan di Arab Saudi. Skema tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan sekaligus memberikan kepastian bagi mitra untuk melakukan investasi peningkatan fasilitas bagi jemaah Indonesia.

Presiden Minta Layanan 2027 Ditingkatkan

Presiden Prabowo memberikan sejumlah arahan untuk meningkatkan kualitas layanan haji pada 2027. Arahan tersebut terutama menyangkut aspek konsumsi, akomodasi, dan persiapan layanan yang harus dilakukan lebih awal.

“Presiden memberikan berbagai masukan agar layanan haji tahun depan semakin baik, mulai dari kualitas makanan, kesiapan layanan sejak dini, hingga peningkatan kualitas hotel dan akomodasi yang digunakan jemaah Indonesia,” kata Menhaj.

Kualitas konsumsi menjadi salah satu perhatian karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kenyamanan jemaah. Akomodasi juga dinilai perlu ditata lebih baik agar jemaah Indonesia memperoleh layanan yang semakin layak dan nyaman selama berada di Tanah Suci.

Kampung Haji dan Biaya Penyelenggaraan

Presiden Prabowo juga menaruh perhatian terhadap pengembangan konsep Kampung Haji sebagai salah satu upaya jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji.

Gus Irfan menyebut konsep tersebut akan terus dikaji bersama DPR RI. Pembahasan akan mempertimbangkan berbagai tantangan yang memengaruhi biaya penyelenggaraan haji, seperti fluktuasi nilai tukar, kenaikan biaya avtur, dinamika global, serta penyesuaian tarif layanan dari Pemerintah Arab Saudi.

Konsep Kampung Haji diharapkan dapat menjadi terobosan strategis untuk memperkuat layanan jemaah Indonesia di Arab Saudi. Gagasan tersebut juga dinilai dapat membuka ruang efisiensi layanan dalam jangka panjang.

Masa Tunggu Jemaah Jadi Perhatian

Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap upaya percepatan masa tunggu keberangkatan haji. Kementerian Haji dan Umrah mencatat sejumlah daerah yang sebelumnya memiliki masa tunggu sangat panjang mulai mengalami penurunan secara signifikan.

Pemerintah tetap diminta menghadirkan terobosan agar masa tunggu jemaah dapat dipersingkat lebih jauh. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses masyarakat dalam menunaikan ibadah haji.

“Kami terus mencari berbagai skema dan solusi agar masa tunggu keberangkatan haji dapat semakin dipercepat. Ini menjadi perhatian serius pemerintah agar semakin banyak masyarakat dapat menunaikan ibadah haji dalam waktu yang lebih terjangkau,” ujar Menhaj.

Arahan Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin profesional, berkualitas, terjangkau, dan berorientasi pada kepuasan jemaah.

Evaluasi Haji 2026 menjadi pijakan penting bagi Kemenhaj untuk memperkuat transformasi layanan haji Indonesia pada musim berikutnya.

Join WA Channel