
Hajiumrahnews.com — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) mendukung ekspor perdana 76 ton bumbu masak khas Indonesia ke Arab Saudi pada Selasa, 3 Maret 2026, sebagai bagian dari strategi memperluas akses produk nasional dalam rantai pasok konsumsi jemaah haji dan umrah di Tanah Suci.
Ekspor tersebut dilakukan oleh PT Niaga Citra Mandiri dengan pengiriman tahap awal berupa 76 ton bumbu pasta berbagai varian, antara lain nasi uduk, balado, nasi goreng, nasi goreng kampung, woku, dan rujak. Produk-produk ini disiapkan untuk mendukung operasional dapur layanan konsumsi jemaah di Makkah dan Madinah.
Direktur Fasilitas Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Tri Hidayatno, menjelaskan bahwa langkah ini tidak semata berorientasi pada aktivitas perdagangan, tetapi merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan jemaah sekaligus memperkuat sektor usaha nasional.
“Ekonomi haji tidak hanya berkaitan dengan layanan ibadah, tetapi juga penguatan sektor usaha nasional. Melalui fasilitasi ini, kami mendorong agar produk konsumsi bercita rasa Nusantara dapat menjadi bagian dari layanan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi,” ujar Tri.
Ia menambahkan, Ditjen PE2HU secara berkelanjutan membuka ruang kemitraan dan memperluas akses pasar bagi UMKM serta pelaku usaha nasional agar dapat terlibat aktif dalam rantai pasok ekonomi haji. Upaya ini diharapkan mampu mendorong pelaku usaha naik kelas serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
“Kami berkomitmen membuka akses, memfasilitasi kemitraan, dan memastikan pelaku usaha nasional memiliki peran strategis dalam ekosistem ekonomi haji, khususnya di Arab Saudi,” tegasnya.
Dukungan terhadap ekspor produk konsumsi jemaah ini juga mencerminkan sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menilai capaian tersebut sebagai tonggak penting bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah untuk menembus pasar global.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki daya saing global. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan keberlanjutan ekspor agar terus tumbuh,” ujarnya.
Dalam rantai distribusi, Ali Asia Food berperan sebagai mitra strategis yang memastikan produk konsumsi Nusantara tersalurkan secara efisien ke dapur layanan jemaah di Arab Saudi. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi keterlibatan UMKM Indonesia dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Langkah ekspor ini menegaskan bahwa sektor haji dan umrah tidak hanya menjadi layanan ibadah, tetapi juga penggerak ekonomi nasional. Produk unggulan Indonesia memiliki peluang besar untuk masuk dan berkembang di pasar Arab Saudi seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi jemaah setiap tahun.
Melalui dukungan berkelanjutan terhadap ekspor produk konsumsi, Ditjen PE2HU menegaskan komitmennya menjadikan ekosistem haji dan umrah sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi nasional sekaligus sarana promosi produk Indonesia di tingkat global.