Senin, 03 Agustus 2026 20 Safar 1448 H 16.09 WIB Makkah 40°C
NEWS

Kepemilikan Bank Banten Diperluas, Pemprov Siapkan Pengalihan Saham ke 8 Pemda

NJ Oleh Neo Jurnalis 3 Agustus 2026 3 menit baca

Hajiumrahnews.com — Pemerintah Provinsi Banten memastikan akan mengalihkan sebagian saham Bank Banten kepada pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Total saham yang disiapkan untuk dialihkan mencapai 11,11 persen.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan komitmen tersebut saat perayaan HUT ke-10 Bank Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Serang, Sabtu malam (1/8/2026).

Pengalihan saham tersebut menjadi tindak lanjut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2023 tentang perluasan kepemilikan Bank Banten oleh pemerintah daerah di wilayah Banten.

Komitmen pengalihan ditandai dengan penandatanganan dokumen oleh Pemprov Banten dan pemerintah daerah kabupaten/kota. Kebijakan tersebut diharapkan memperluas kepemilikan sekaligus meningkatkan keterlibatan pemerintah daerah dalam penguatan Bank Banten.

Pengalihan Saham Segera Diproses

Andra Soni mengatakan proses teknis pengalihan saham akan dilakukan dalam waktu dekat. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi menjalankan amanat regulasi yang telah ditetapkan.

“Ini adalah komitmen dari kami dalam rangka menindaklanjuti Perda No. 5 Tahun 2023. Untuk teknis pengalihan melalui penyerahan sebagian saham akan dilakukan tidak lama lagi dengan total saham 11,11 persen,” ujar Andra.

Pemprov Banten saat ini tercatat sebagai pemegang saham pengendali Bank Banten dengan kepemilikan 66,11 persen.

Masyarakat menguasai sekitar 33,84 persen saham, sedangkan Bank Jatim memiliki 0,05 persen saham.

Pengalihan 11,11 persen saham kepada pemerintah kabupaten dan kota nantinya akan mengubah struktur kepemilikan Bank Banten. Porsi kepemilikan pemerintah daerah diharapkan menjadi lebih luas sehingga peran pemerintah kabupaten dan kota dalam pengembangan bank pembangunan daerah tersebut semakin besar.

Bank Banten Diproyeksikan Perkuat Ekonomi Daerah

Andra Soni menilai Bank Banten memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi di wilayah Banten.

Pemerintah provinsi memproyeksikan Bank Banten sebagai bank pembangunan daerah yang mampu menopang ekosistem keuangan sekaligus memperkuat pembiayaan pembangunan di seluruh wilayah Banten.

“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,” tegas Andra.

Keterlibatan pemerintah kabupaten dan kota dinilai dapat memperkuat sinergi antarpemerintah daerah. Kepemilikan yang lebih luas juga diharapkan memperkokoh fondasi permodalan sekaligus memperbesar ruang Bank Banten dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Penguatan peran Bank Banten menjadi semakin relevan seiring kebutuhan pembiayaan pembangunan daerah dan pengembangan sektor usaha masyarakat.

Kinerja Bank Banten Terus Tumbuh

Kinerja Bank Banten hingga semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan positif.

Bank Banten membukukan laba Rp21,36 miliar, meningkat 239,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit juga tumbuh 43,25 persen menjadi Rp5,96 triliun. Dana pihak ketiga meningkat 14,84 persen menjadi Rp6,76 triliun.

Total aset Bank Banten tercatat mencapai Rp10,40 triliun, atau meningkat 21,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menjadi modal bagi Bank Banten untuk memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan milik daerah. Pengalihan sebagian saham kepada pemerintah kabupaten dan kota diharapkan dapat memperluas basis kepemilikan sekaligus memperkuat sinergi pembiayaan pembangunan di Provinsi Banten.

Sumber: Pemprov Banten | Dihimpun dari berbagai sumber

Tag NEWS
Join WA Channel