Senin, 26 Oktober 2026 15 Jumadil Awal 1448 H 00.23 WIB Makkah 32°C
NEWS

Andra Soni Dukung Gerakan Tanam 70 Ribu Pohon untuk Baduy Lestari

AM Oleh Ahmad M.M. 25 Oktober 2026 4 menit baca

Hajiumrahnews.com — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk mendukung pelestarian lingkungan dan perlindungan masyarakat adat Baduy. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Menanam 70 Ribu Bibit Tanaman Pohon yang digagas Perkumpulan Urang Banten (PUB).

Komitmen itu disampaikan Andra saat penyerahan bibit dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-8 PUB di Rumah Kajaroan Kanekes, Ciboleger, Kabupaten Lebak, Minggu (25/10/2026). Kegiatan tersebut juga berlangsung pada bulan peringatan Hari Jadi ke-26 Provinsi Banten.

Andra mengapresiasi PUB, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung, dan berbagai pihak yang mendukung penyediaan serta penyaluran bibit tanaman.

“Selamat milad ke-8 kepada Perkumpulan Urang Banten. Terima kasih kepada Perkumpulan Urang Banten atas prakarsa Gerakan Baduy Lestari, serta kepada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung dan seluruh pihak yang telah mendukung penyediaan dan penyaluran bibit tanaman,” ujar Andra dalam keterangan tertulis.

Ia berharap PUB terus berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan pelestarian lingkungan di Banten.

“Momentum ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan peringatan Hari Jadi ke-26 Provinsi Banten. Semoga Perkumpulan Urang Banten terus menjadi wadah pengabdian bagi kemajuan Banten,” tuturnya.

Sebanyak 70 Ribu Bibit Disiapkan untuk 68 Kampung

Gerakan Menanam 70 Ribu Bibit Tanaman Pohon menyasar wilayah huma masyarakat adat Baduy. Sebanyak 70.000 bibit direncanakan untuk disalurkan ke 68 kampung, terdiri atas tiga kampung Baduy Dalam dan 65 kampung Baduy Luar.

Andra menjelaskan, jenis tanaman yang dipilih mencakup gaharu, manglid, durian, albasia, rambutan, dan aren. Beragam tanaman tersebut diharapkan dapat membantu menjaga tutupan lahan dan sumber mata air sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Jenis tanaman yang dipilih juga sangat tepat, di antaranya gaharu, manglid, durian, albasia, rambutan, dan aren. Tanaman-tanaman ini tidak hanya berfungsi menjaga tutupan lahan dan sumber mata air, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Banten mendorong agar hasil penanaman dapat dikelola secara optimal. Perawatan dan pengelolaan yang tepat diharapkan membuat tanaman tersebut memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat dalam beberapa tahun mendatang.

“Kami mendorong agar hasil tanaman dari gerakan ini dapat dikelola dengan baik, sehingga dalam beberapa tahun ke depan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Baduy,” ujar Andra.

Ketua Umum PUB Komjen Pol (Purn) Taufiqurrahman Ruki menyampaikan bahwa dari total bibit yang disiapkan, sebanyak 40 ribu bibit telah diserahkan kepada masyarakat melalui delapan pintu masuk wilayah Baduy.

Ruki juga menekankan pentingnya menyesuaikan waktu penanaman dengan perhitungan kearifan lokal masyarakat adat.

“Melalui delapan pintu masuk Baduy. Waktu penanaman sesuai dengan penghitungan kearifan lokal,” ujarnya.

Pikukuh Baduy Jadi Pedoman Pelestarian Alam

Andra menilai kearifan lokal masyarakat Baduy memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Prinsip tersebut tercermin dalam pikukuh, yakni aturan adat yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat Baduy.

“Masyarakat Baduy telah lama menjadi teladan dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Pikukuh atau aturan adat Baduy mengajarkan, ‘Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang diruksak’, gunung tidak boleh dihancurkan dan lembah tidak boleh dirusak,” ucapnya.

Ia juga mengutip prinsip adat lainnya, yaitu “Lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung”, yang bermakna sesuatu yang panjang tidak boleh dipotong dan yang pendek tidak boleh disambung.

Menurut Andra, nilai-nilai tersebut mengajarkan manusia untuk menjaga alam tanpa mengeksploitasinya secara berlebihan serta mempertimbangkan kepentingan generasi mendatang.

“Nilai-nilai ini mengajarkan kepada kita untuk menerima dan menjaga alam sebagaimana adanya, tidak mengambil secara berlebihan, dan selalu memikirkan generasi yang akan datang,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Andra, berkomitmen melanjutkan dukungan terhadap pelestarian lingkungan melalui rehabilitasi hutan dan lahan, penguatan pengawasan lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi yang selaras dengan adat dan kearifan lokal.

Andra juga menyoroti pentingnya pengakuan dan perlindungan hak ulayat masyarakat Baduy. Menurutnya, keberadaan masyarakat adat berperan dalam menjaga kelestarian hutan dan sumber air, yang manfaatnya turut dirasakan wilayah di sekitarnya.

“Kepada para tokoh adat dan masyarakat Baduy, terima kasih atas keteladanan dalam menjaga alam selama ratusan tahun. Hal tersebut merupakan warisan berharga, bukan hanya bagi masyarakat Banten, tetapi juga bagi Indonesia,” pungkasnya.

PUB Soroti Kebutuhan Lahan Garapan

Dalam kesempatan yang sama, Taufiqurrahman Ruki menyampaikan gambaran kondisi masyarakat Baduy pada 2026. Ia menyebut masyarakat Baduy berjumlah sekitar 16 ribu jiwa dan menempati 68 kampung, dengan pertanian sebagai salah satu sumber pemenuhan kebutuhan hidup.

Ruki menyebut lahan garapan masyarakat mencapai 599 ribu hektare dengan pola tanam setahun sekali. Angka luas lahan tersebut perlu dikonfirmasi kembali untuk memastikan kesesuaiannya dengan konteks wilayah dan data yang dimaksud.

Ia mendorong pemerintah memperhatikan ketersediaan lahan garapan bagi masyarakat Baduy dan warga di sekitarnya agar mereka dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

“Termasuk masyarakat sekitar sini. Kalau mereka memiliki hak garap, Insya Allah bisa memiliki sumber pangan,” tuturnya.

Gerakan Baduy Lestari diharapkan tidak hanya memperkuat upaya rehabilitasi lingkungan, tetapi juga mendukung keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat adat. Keberhasilan program ini bergantung pada perawatan bibit, penghormatan terhadap aturan adat, serta kesinambungan pengelolaan tanaman dan hasilnya.

Tag NEWS
Join WA Channel