Minggu, 21 Juni 2026 6 Muharam 1448 H 23.57 WIB Makkah 37°C
HAJI UMRAH

Presiden Prabowo Minta Kemenhaj Cari Formula Pangkas Antrean Haji

NJ Oleh Neo Jurnalis 21 Juni 2026 2 menit baca

Hajiumrahnews.com — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Haji dan Umrah mencari formula baru untuk memangkas masa tunggu haji reguler.

Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil saat menjawab pertanyaan mengenai hasil pertemuan dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor.

Dahnil menyampaikan penjelasan itu saat menyambut kedatangan Kloter 16 Kualanamu di Asrama Haji Medan, Sabtu (20/6/2026), dilansir dari Kantor Berita Antara.

“Evaluasi penyelenggaraan haji tahun 2027 atau 1448 Hijriah, dan Presiden minta supaya kementerian mencari formula antrean haji itu bisa dipangkas lebih pendek,” ujar Dahnil.

Arahan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap panjangnya masa tunggu keberangkatan haji reguler di Indonesia.

Masa Tunggu Faktual 13 hingga 14 Tahun

Dahnil menjelaskan masa tunggu haji reguler saat ini secara faktual berada pada kisaran 13 hingga 14 tahun.

Data administratif masih menunjukkan masa tunggu paling lama mencapai 26 tahun setelah Kemenhaj mengubah sistem antrean haji reguler.

Kebijakan baru tersebut membuat pembagian kuota tidak lagi berbasis provinsi dengan masa tunggu yang sangat berbeda-beda. Sistem antrean kini dibuat lebih merata dengan patokan administratif 26 tahun untuk seluruh daerah di Indonesia.

“Dahulu masih 50 tahun, ada 40 tahun, ada lima tahun, dan macam-macam, variatif. Nah sekarang secara administratif semuanya sama, yakni 26 tahun,” terang Dahnil.

Kemenhaj Diminta Cari Formula Baru

Dahnil menyebut Presiden Prabowo meminta Kemenhaj terus mencari skema yang dapat membuat antrean haji menjadi lebih pendek.

Upaya pemangkasan masa tunggu dinilai penting karena menyangkut kepastian keberangkatan jemaah, pemerataan layanan, dan keadilan bagi masyarakat yang telah lama mendaftar.

Kemenhaj diharapkan dapat menyiapkan formula yang tetap memperhatikan prinsip keadilan, kesiapan layanan, kapasitas kuota, dan ketentuan penyelenggaraan haji bersama Pemerintah Arab Saudi.

Perbaikan sistem antrean haji reguler menjadi salah satu agenda strategis setelah evaluasi penyelenggaraan Haji 1447 H/2026 M dan persiapan menuju Haji 1448 H/2027 M.

Join WA Channel