Dewan Pers, LUKW UMJ dan VIVA Gelar UKW, Dorong Profesionalisme Jurnalis di Era AI
Hajiumrahnews.com — Sebanyak 42 wartawan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, pada 4–5 November 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat profesionalisme, integritas, dan kompetensi jurnalis dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
Pelaksanaan UKW melibatkan dua lembaga uji kompetensi, yakni Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Universitas Muhammadiyah Jakarta (LUKW UMJ) dengan 18 peserta dan LUKW VIVA sebanyak 24 peserta.
Pada pembukaan acara UKW hadir jurnalis senior Hanibal W. Y. Wijayanta dari LUKW VIVA, Asep Setiawan dari LUKW UMJ dan Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Organisasi Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti.
Kompetensi dan Verifikasi Jadi Pembeda Wartawan Profesional
Dalam sambutannya, Niken menegaskan bahwa kompetensi, integritas, dan verifikasi informasi menjadi pembeda mendasar antara wartawan profesional dan pembuat konten digital.
“Yang membedakan, kita jurnalis tahu data-data yang benar, kemudian diverifikasi berdasarkan narasumber terverifikasi,” ujar Niken, Rabu, (4/11).
Niken menjelaskan, produk jurnalistik harus melalui proses peliputan, pemeriksaan fakta, dan penyuntingan berjenjang sebelum dipublikasikan. Mekanisme tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pers dalam menjaga akurasi informasi dan kepercayaan publik.
AI Hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Jurnalis
Niken juga menyoroti tantangan industri media akibat perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta persaingan media arus utama dengan platform digital dan media sosial.
“Wartawan punya pertanggungjawaban teknis dan pertanggungjawaban etis, dan juga kompetensi digital,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa teknologi AI dapat membantu meningkatkan efektivitas pekerjaan wartawan. Namun, teknologi tersebut tidak dapat mengambil alih tanggung jawab manusia dalam menghasilkan karya jurnalistik.
“AI tidak menggantikan produksi jurnalistik, namun dijadikan sebagai tools yang membantu kerja jurnalis,” tegasnya.
UKW Perkuat Profesionalisme dan Kredibilitas Pers
Melalui UKW, para wartawan diharapkan terus meningkatkan kemampuan teknis, pemahaman terhadap kode etik jurnalistik, dan literasi digital. Ketiga aspek tersebut menjadi bekal penting bagi jurnalis untuk menghadapi perubahan lanskap media.
Penguatan kompetensi juga diperlukan agar wartawan mampu mempertahankan standar profesionalisme di tengah derasnya arus informasi dan kemudahan produksi konten digital.
UKW tidak hanya menjadi sarana mengukur kemampuan wartawan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kualitas pemberitaan dan kredibilitas pers di tengah perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI dalam kerja jurnalistik.