Senin, 02 November 2026 22 Jumadil Awal 1448 H 00.18 WIB Makkah 30°C
SYARIAH

Momentum Hari Santri, Santi Asromo Siapkan Wisata Halal Edukasi Menuju Usia 95 Tahun

AM Oleh Ahmad M.M. 1 November 2026 5 menit baca

Hajiumrahnews.com — Momentum Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat pentingnya memperkuat peran pesantren dalam pendidikan, pelestarian sejarah perjuangan ulama, dan pemberdayaan ekonomi umat. Pondok Pesantren Santi Asromo, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mulai menjajaki pengembangan kawasan pesantren sebagai destinasi wisata halal edukasi menjelang usia ke-95 tahun pada April 2027.

Penjajakan tersebut dibahas dalam kunjungan Founder dan CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido, bersama tokoh pariwisata nasional, Hariyanto, Sabtu (31/10/2026). Pertemuan ini mengangkat potensi kolaborasi yang mengintegrasikan sejarah perjuangan bangsa, pendidikan pesantren, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi syariah.

Santi Asromo memiliki nilai sejarah karena didirikan oleh ulama sekaligus pejuang nasional KH Abdul Halim pada 3 April 1932. Perjalanan lebih dari sembilan dekade menjadikan pesantren ini memiliki warisan sejarah dan pendidikan yang berpotensi diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat.

Merawat Warisan Perjuangan Ulama

Sejarah Pondok Pesantren Santi Asromo tidak dapat dipisahkan dari sosok KH Abdul Halim. Perjalanan keilmuan dan perjuangan beliau terhubung dengan sejumlah ulama Nusantara hingga Makkah.

Dalam perjalanan keilmuannya, KH Abdul Halim memiliki hubungan dengan sejumlah ulama, antara lain Kiai Suja'i dari Cirebon, Kiai Sobari yang memiliki hubungan keilmuan dengan Syaikhona Kholil Bangkalan, serta ulama di Makkah, termasuk Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

Beliau juga dikenal memiliki hubungan pergaulan dan perjuangan dengan tokoh-tokoh pergerakan Islam, di antaranya KH Mas Mansur dan KH Abdul Wahab Hasbullah, salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama.

Warisan sejarah tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan sebagai materi edukasi bagi generasi muda. Pengunjung nantinya tidak hanya mengenal kehidupan pesantren, tetapi juga mempelajari perjalanan ulama dan kontribusinya dalam membangun bangsa.

Estafet kepemimpinan pesantren saat ini dilanjutkan oleh KH Asep Zaki Mulyanto, M.KM, yang dipercaya sebagai Mudir Ma'had Pondok Pesantren Santi Asromo.

Hariyanto Inisiasi Kolaborasi Pariwisata Pesantren

Kehadiran Muhammad Hasan Gaido dalam kunjungan tersebut diinisiasi Hariyanto, pejabat senior Kementerian Pariwisata yang telah mengabdi selama 37 tahun. Sebagai putra asli Majalengka, Hariyanto memiliki perhatian terhadap potensi pengembangan pariwisata di daerah asalnya.

Penjajakan ini diarahkan untuk memperkenalkan pesantren sebagai destinasi wisata edukasi yang memiliki kekuatan sejarah, pendidikan, dan kebudayaan.

"Santi Asromo memiliki kekuatan sejarah dan pendidikan yang layak diperkenalkan lebih luas. Potensi ini perlu dikembangkan melalui kolaborasi agar pesantren juga memberikan manfaat bagi pariwisata dan masyarakat Majalengka," ujar Hariyanto.

Gaido Group Dorong Ekosistem Wisata Halal

Muhammad Hasan Gaido merupakan pengusaha yang aktif dalam pengembangan ekonomi syariah Indonesia. Melalui Gaido Group, ia mengembangkan ekosistem bisnis yang menghubungkan sektor perjalanan ibadah, pariwisata halal, logistik halal, kuliner, dan ekonomi digital.

Salah satu peluang kolaborasi yang dibahas adalah keterlibatan Gaido Travel, perusahaan di bawah PT Gaido Azza Darussalam Indonesia, dalam pengembangan paket perjalanan wisata edukasi pesantren, wisata sejarah perjuangan ulama, dan wisata halal.

Program tersebut juga berpotensi dihubungkan dengan layanan perjalanan umrah dan haji khusus bagi keluarga besar pesantren serta masyarakat luas.

Hasan Gaido berpandangan, pesantren memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah.

"Pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat peradaban sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi umat. Sejarah, pendidikan, dakwah, pariwisata, dan kewirausahaan dapat dikembangkan sebagai satu kesatuan ekosistem yang saling menguatkan," kata Hasan Gaido.

Potensi Pendidikan, Pertanian, dan Wisata Halal

Dalam kunjungan tersebut, rombongan berdialog dengan pengelola pesantren dan meninjau sejumlah fasilitas. Potensi yang diperkenalkan mencakup ruang kelas, asrama santri putra dan putri, museum perjuangan dan sejarah pendiri pesantren, serta guest house untuk akomodasi tamu.

Kawasan pesantren juga memiliki sektor pertanian dan perikanan, lahan terbuka hijau sekitar lima hektare, serta fasilitas olahraga berupa lapangan futsal.

Keberadaan berbagai fasilitas tersebut membuka peluang pengembangan wisata edukasi dengan beragam kegiatan, mulai dari pembelajaran sejarah ulama, pengenalan kehidupan santri, pendidikan keagamaan, hingga pertanian dan kewirausahaan.

Pimpinan pesantren memandang pengembangan wisata edukasi perlu tetap menjaga fungsi utama lembaga pendidikan dan dakwah.

"Kami berharap pengembangan wisata edukasi ini tetap berpijak pada fungsi utama pesantren sebagai lembaga pendidikan dan dakwah. Sejarah, lingkungan, dan aktivitas pesantren dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat," ujar KH Asep Zaki Mulyanto.

Konsep wisata halal edukasi diharapkan tidak mengubah identitas pesantren. Pengembangan pariwisata justru diarahkan untuk memperluas manfaat pesantren bagi masyarakat sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang mendukung kemandirian lembaga.

Gaido Travel Siapkan Peluang Program Wisata Edukasi

Kolaborasi yang dijajaki juga membuka peluang pengembangan paket perjalanan melalui Gaido Travel. Program tersebut dapat menghubungkan wisata sejarah ulama, pengalaman edukasi pesantren, dan perjalanan wisata halal.

CEO Gaido Travel, Muhammad Ghazi, menjadi salah satu bagian dari rombongan yang mengikuti kunjungan dan penjajakan tersebut.

"Gaido Travel melihat peluang untuk mengembangkan perjalanan wisata edukasi pesantren dan sejarah ulama. Program ini dapat menghubungkan kegiatan pendidikan, wisata halal, dan pengenalan warisan sejarah Islam kepada masyarakat," ujar Muhammad Ghazi.

Selain Muhammad Ghazi, rombongan juga didampingi Reza sebagai pakar pengembangan destinasi desa wisata dan Irwan, konsultan pariwisata pendidikan bersertifikat internasional.

Dari pihak Pondok Pesantren Santi Asromo hadir KH Asep Zaki Mulyanto, M.KM, Ustaz Lili Solihin, M.Si, selaku Wakil Mudir Bidang Pendidikan, serta Ustaz Riyan selaku Kepala Bidang Kesantrian.

Menuju 95 Tahun: Merawat Warisan, Membangun Kemandirian

Menjelang usia ke-95 tahun pada April 2027, Pondok Pesantren Santi Asromo memiliki peluang untuk memperluas kontribusinya melalui integrasi pendidikan, pelestarian sejarah, pariwisata halal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Momentum Hari Santri menjadi relevan untuk mengingat kembali bahwa pesantren tidak hanya berperan membentuk generasi berilmu dan berakhlak, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam pembangunan sosial dan ekonomi bangsa.

Penjajakan kolaborasi bersama Gaido Group, tokoh pariwisata, dan praktisi pengembangan destinasi diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan model wisata halal edukasi berbasis pesantren yang dapat memberikan manfaat lebih luas.

Santi Asromo membawa semangat untuk merawat warisan ulama sekaligus menyiapkan masa depan pesantren yang mandiri, produktif, dan berkontribusi bagi umat.

Tag SYARIAH
Join WA Channel