MHG Dorong Ekosistem Haji Umrah Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Syariah
Hajiumrahnews.com — Ketidakpastian geopolitik akibat konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai memberi tekanan besar terhadap ekonomi global. Dampaknya terasa pada harga minyak, biaya logistik, rantai pasok, hingga daya beli masyarakat.
Muhammad Hasan Gaido (MHG), Founder Gaido Group, Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC), serta Ketua Komite Pengembangan Industri Halal dan Ekosistem Haji Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia, menilai situasi tersebut harus dibaca sebagai tantangan sekaligus peluang bagi kebangkitan ekonomi syariah Indonesia.
“Haji dan umrah di era digital bukan hanya perjalanan ibadah, tetapi momentum membangun peradaban ekonomi syariah Indonesia menuju pasar dunia,” ujar Hasan Gaido, Senin (15/6/2026).
Hasan mengatakan sektor haji dan umrah memiliki kekuatan besar karena ditopang kebutuhan spiritual umat Islam yang terus meningkat. Gaido Group menjadikan ekosistem haji dan umrah sebagai salah satu fokus pengembangan bisnis masa depan.
Gaido Travel yang telah berpengalaman selama 23 tahun menjadi pintu utama pengembangan ekosistem tersebut. Jaringan 73 kantor cabang di berbagai kota Indonesia, izin pariwisata, umrah, haji khusus, serta konsep waralaba dinilai membuka peluang bagi pengusaha daerah untuk terlibat dalam bisnis syariah yang berkelanjutan.
“Ekosistem haji dan umrah bukan hanya soal perjalanan ibadah. Ekosistem ini bisa menjadi pintu masuk penguatan ekonomi syariah, industri halal, pembiayaan, logistik, media, hingga pariwisata halal,” kata Hasan.
Gaido Group Bangun Ekosistem Terintegrasi
Hasan menjelaskan masa depan ekonomi syariah perlu dibangun melalui integrasi berbagai sektor. Gaido Group mengembangkan ekosistem yang mencakup Gaido Travel, Digital Hospital, Santri Mart, Banten Restoran, Gaido Bank Syariah, Baduy Outbound, Gaido Halal Logistics, dan Media Haji Umrah.
PT Gaido Connected Teknologi melalui brand Gaido Connected sedang mengembangankan Gaido Super App sebagai platform digital untuk menghubungkan produk haji, umrah, ekonomi syariah, perdagangan halal, ekspor-impor, hingga layanan keagamaan dalam satu genggaman.
Program Gaido Connected yang telah dikembangkan selama tiga tahun memiliki visi besar melahirkan satu juta pengusaha ekonomi syariah Indonesia. Visi tersebut didorong melalui kerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), organisasi Muslim, asosiasi, dan berbagai lembaga strategis.
Aplikasi Gaidoo.id diharapkan menjadi ruang digital bagi masyarakat Indonesia hingga dunia untuk membeli, menjual, berbisnis, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial melalui fasilitas ZISWAF.
“Digitalisasi menjadi kunci agar ekonomi syariah dapat tumbuh lebih cepat, inklusif, dan terhubung dengan kebutuhan masyarakat modern,” ujar Hasan.
Belajar dari Transformasi Saudi Arabia
Hasan menilai transformasi digital pelayanan haji di Saudi Arabia melalui aplikasi Nusuk menjadi contoh penting bagi Indonesia. Modernisasi terlihat melalui bandara Jeddah dan Madinah, kereta cepat Al Haramain, hotel berbintang, transportasi modern, pengembangan destinasi sejarah Islam, serta peningkatan layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Penyelenggaraan Haji 2026 menunjukkan bahwa teknologi, infrastruktur, dan pelayanan prima menjadi kunci sukses haji era baru.
“Indonesia perlu belajar dari transformasi Saudi Arabia. Ekosistem haji dan umrah Indonesia harus semakin adaptif, digital, dan terintegrasi,” kata Hasan.
Peluang Indonesia–Saudi Arabia
Hasan menilai hubungan Indonesia dan Saudi Arabia perlu diperkuat melalui ekosistem haji dan umrah. Gagasan Kampung Haji Indonesia di Makkah dapat menjadi pintu masuk peningkatan investasi, perdagangan, pariwisata, ekspor-impor, serta kerja sama sumber daya manusia.
Kebutuhan Kampung Haji Indonesia dinilai dapat dipenuhi melalui produk, jasa, teknologi, dan tenaga profesional Indonesia. Skema tersebut membuat devisa haji dan umrah tidak hanya keluar, tetapi juga kembali menjadi kekuatan ekonomi nasional.
“Krisis global 2026 menjadi ujian sekaligus momentum. Indonesia harus mampu menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah dan industri halal dunia,” ujar Hasan.