Rabu, 21 Oktober 2026 10 Jumadil Awal 1448 H 02.03 WIB Makkah 30°C
NEWS

Presiden ISBC Serukan Perlindungan Jemaah Umrah di Tengah Serangan ke Bandara Riyadh

NJ Oleh Neo Jurnalis 21 Oktober 2026 3 menit baca

Hajiumrahnews.com — Presiden Indonesia–Saudi Arabia Business Council (ISBC), Muhammad Hasan Gaido, menyerukan perlindungan terhadap jemaah umrah, warga sipil, dan infrastruktur penerbangan sipil menyusul serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada 11 Oktober 2026.

Hasan Gaido menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa bandara sipil merupakan fasilitas vital bagi perjalanan internasional, termasuk bagi umat Islam yang datang ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.

Pernyataan itu tertuang dalam surat resmi ISBC tertanggal 15 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia. Surat tersebut ditandatangani bersama oleh Hasan Gaido selaku Presiden ISBC dan Ali Said Badeges selaku Sekretaris Jenderal ISBC.

“Bandara sipil merupakan pintu gerbang penting bagi jutaan penumpang, termasuk jemaah umrah dan haji. Serangan terhadap fasilitas ini membahayakan keselamatan manusia dan mengganggu perjalanan yang dilakukan untuk beribadah serta berbagai tujuan damai lainnya,” demikian pernyataan Hasan Gaido dalam surat tersebut.

Hasan Gaido menekankan bahwa keselamatan penerbangan sipil harus menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat dalam konflik. Gangguan operasional bandara dapat berdampak langsung terhadap perjalanan ibadah, terutama bagi jemaah yang telah mempersiapkan keberangkatan selama bertahun-tahun.

Dua Juta Jemaah Indonesia Berangkat Umrah Setiap Tahun

Hasan Gaido menyoroti besarnya jumlah masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan umrah. Sekitar dua juta warga Indonesia disebut berangkat umrah setiap tahun melalui berbagai jalur penerbangan menuju Makkah dan Madinah.

Sebagian jemaah menggunakan penerbangan langsung menuju bandara yang melayani dua kota suci tersebut. Jemaah lainnya menempuh perjalanan dengan penerbangan transit melalui Riyadh atau pusat penerbangan internasional lain, termasuk Dubai dan Abu Dhabi.

Hasan Gaido mengingatkan bahwa jemaah umrah berasal dari berbagai latar belakang ekonomi. Banyak di antara mereka merupakan masyarakat biasa yang menyisihkan sebagian penghasilan selama bertahun-tahun untuk mewujudkan keinginan beribadah di Tanah Suci.

“Banyak jemaah Indonesia menabung sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun untuk mewujudkan impian mengunjungi Tanah Suci. Perjalanan mereka mencerminkan kerja keras, pengorbanan, dan pengabdian yang mendalam,” katanya.

Bagi sebagian masyarakat, perjalanan umrah juga menjadi kesempatan untuk beribadah sembari menunggu giliran menunaikan ibadah haji. Masa tunggu haji yang panjang membuat mereka memilih umrah terlebih dahulu, dengan harapan tetap diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berhaji ketika waktunya tiba.

Gangguan penerbangan dalam situasi konflik berpotensi menambah beban biaya dan tekanan emosional bagi jemaah. Risiko tersebut menjadi semakin berarti bagi masyarakat yang telah mengalokasikan tabungan dalam waktu lama untuk membiayai perjalanan ibadah yang mungkin hanya dapat mereka lakukan sekali seumur hidup.

Serukan Pengendalian Diri dan Penyelesaian Konflik melalui Diplomasi

Hasan Gaido mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam konflik agar mempertimbangkan dampak kemanusiaan terhadap masyarakat sipil. Ia meminta semua pihak menahan diri serta melindungi jemaah, warga sipil, dan infrastruktur penerbangan yang menunjang perjalanan masyarakat.

“Saya mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri, melindungi warga sipil dan jemaah, serta mengutamakan dialog dan diplomasi demi mencapai penyelesaian konflik secara damai,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa keselamatan jemaah umrah dan haji tidak semestinya terabaikan di tengah konflik geopolitik. Perlindungan terhadap fasilitas penerbangan sipil menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan penumpang dan memastikan perjalanan ibadah dapat berlangsung dengan aman.

Hasan Gaido juga menyampaikan solidaritas kepada pemerintah dan masyarakat Arab Saudi. Ia menyampaikan simpati kepada semua pihak yang terdampak serta mendoakan agar para korban luka segera pulih sepenuhnya.

Sebagai Presiden ISBC, Hasan Gaido turut menegaskan pentingnya menjaga hubungan persahabatan dan kerja sama Indonesia–Arab Saudi. Kedua negara memiliki hubungan strategis dalam perdagangan, investasi, serta penyediaan berbagai layanan yang mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Ia berharap keselamatan warga sipil dan jemaah tetap menjadi perhatian utama serta upaya diplomatik terus dikedepankan untuk menciptakan kondisi yang aman dan damai bagi umat Islam dari Indonesia maupun negara lain yang hendak beribadah ke Tanah Suci.

Tag NEWS
Join WA Channel