Refleksi Hasan Gaido: Isra Mi’raj dan Perjuangan Mewujudkan Ekonomi Syariah Indonesia

Hajiumrahnews.com - Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam. Peristiwa ini bukan sekadar perjalanan spiritual Rasulullah ﷺ, melainkan fondasi nilai yang membentuk arah peradaban umat. Isra—perjalanan Rasulullah ﷺ dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa—mencerminkan visi, keberanian, dan kepemimpinan lintas wilayah. Sementara Mi’raj—kenaikan beliau hingga Sidratul Muntaha—menegaskan relasi vertikal antara hamba dan Allah SWT sebagai sumber kekuatan sejati.

Dalam peristiwa agung inilah Rasulullah ﷺ menerima perintah sholat. Sholat bukan hanya ibadah ritual, melainkan pembeda utama antara seorang Muslim dan non-Muslim. Ia menjadi fondasi disiplin, integritas, serta kesadaran moral yang seharusnya menjiwai seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam membangun sistem sosial, kepemimpinan, dan ekonomi.

Isra Mi’raj dan Spirit Kepemimpinan Visioner

Isra Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat bagi Rasulullah ﷺ. Tekanan sosial, penolakan dakwah, serta luka batin akibat wafatnya orang-orang tercinta menjadi latar ujian besar. Namun, justru dalam fase itulah Allah SWT meneguhkan langkah Rasulullah ﷺ melalui Isra Mi’raj—sebuah penguatan iman sebelum menghadapi fase perjuangan yang lebih luas.

Pelajaran ini sangat relevan dengan kehidupan umat Islam hari ini. Setiap visi besar selalu menuntut keimanan, kesabaran, dan pengorbanan. Tidak ada perubahan tanpa ujian, dan tidak ada keberhasilan tanpa keteguhan prinsip. Kepemimpinan sejati lahir dari kemampuan menjaga nilai, bukan sekadar mengejar hasil.

Sholat sebagai Fondasi Peradaban dan Ekonomi

Perintah sholat dalam Isra Mi’raj mengajarkan bahwa kekuatan umat tidak hanya bertumpu pada strategi, tetapi juga pada kualitas hubungan dengan Allah SWT. Sholat membentuk manusia yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab—karakter yang menjadi prasyarat utama dalam membangun peradaban dan sistem ekonomi yang berkeadilan.

Ekonomi syariah, dalam pandangan ini, bukan sekadar sistem transaksi halal, tetapi manifestasi nilai tauhid dalam praktik kehidupan. Ia menuntut kejujuran, keberpihakan pada kemaslahatan, serta keseimbangan antara keuntungan dan keberkahan.

Isra Mi’raj sebagai Cermin Perjuangan Ekonomi Syariah

Momentum Isra Mi’raj 1447 H, yang bertepatan dengan Jumat, 16 Januari 2026, menjadi refleksi penting bagi seluruh jajaran pimpinan dan karyawan Gaido Group. Nilai Isra Mi’raj mengingatkan bahwa setiap ikhtiar besar harus dimulai dari iman, dilanjutkan dengan kerja nyata, dan dijaga dengan konsistensi.

Nilai inilah yang kami maknai dalam Visi Gaido 2045, yaitu menjadikan Indonesia sebagai sentral ekonomi syariah dunia. Visi ini bukan sekadar ambisi korporasi, melainkan ikhtiar kolektif untuk menghadirkan sistem ekonomi yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Gaido Connected: Menghubungkan Iman dan Ikhtiar

Sebagai wujud nyata, kami menginisiasi Gaido Connected, sebuah gerakan nasional untuk melahirkan satu juta pengusaha ekonomi syariah di Indonesia. Gaido Connected dibangun di atas kesadaran bahwa iman harus terhubung dengan ikhtiar, dan doa harus berjalan seiring dengan strategi.

Gerakan ini mendorong keterhubungan di berbagai lini:

  • keterhubungan narasi kebaikan melalui media dan ruang digital,

  • keterhubungan dalam ekosistem Gaido Group,

  • keterhubungan dalam jaringan bisnis syariah nasional,

  • serta keterhubungan dengan jejaring ekonomi syariah global.

Dalam 23 tahun perjalanan Gaido, kami belajar bahwa usaha tanpa doa akan rapuh, strategi tanpa keyakinan akan kehilangan arah, dan visi tanpa amal nyata akan berhenti sebagai wacana.

Kontribusi Nyata untuk Bangsa

Melalui Gaido Connected, kami berkomitmen untuk berkontribusi secara konkret bagi bangsa. Upaya ini diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, meningkatkan rasio pengusaha nasional hingga melampaui delapan persen, serta mendukung agenda pembangunan pemerintah menuju Indonesia yang maju dan sejahtera.

Ekosistem Gaido Group dikembangkan sebagai solusi nyata, yang mencakup sektor perjalanan religi, keuangan syariah, layanan kesehatan digital, ritel berbasis pesantren, logistik halal, kuliner, edukasi, media, hingga filantropi melalui program wakaf, zakat, dan infak.

Penutup

Isra Mi’raj mengajarkan bahwa perjalanan besar selalu berawal dari keimanan, ditempa oleh perjuangan, dan dimantapkan dengan ketaatan. Nilai inilah yang menjadi kompas dalam setiap langkah kami membangun ekonomi syariah yang berkelanjutan.

Semoga refleksi Isra Mi’raj ini menguatkan tekad kita semua untuk menjadi pejuang ekonomi syariah—menebar maslahat di dunia dan menuai keberkahan di akhirat. Mari bertumbuh, terkoneksi, dan berjuang bersama melalui Gaido Connected.

Dari Allah kita berasal, di bumi Allah kita berikhtiar, dan kepada Allah kita kembali.