Atase Perdagangan RI Dorong Peran ISABC Tingkatkan Ekspor ke Arab Saudi

Hajiumrahnews.com — Peluang peningkatan ekspor Indonesia ke Kerajaan Arab Saudi diproyeksikan semakin terbuka lebar untuk memanfaatkan diversifikasi ekonomi Arab Saudi melalui Visi Saudi 2030, membangun perekonomian Arab Saudi tidak bergantung lagi dari minyak. Hal ini disampaikan Atase Perdagangan Republik Indonesia di Riyadh, Zulvri Yenni, dalam kunjungan silaturahimnya untuk persiapan keberangkatan penugasan mulai Februari 2026 kepada Presiden Indonesia–Saudi Arabia Business Council (ISABC) sekaligus CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido, di Graha Gaido, Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).

Dorong Kolaborasi Dagang Indonesia–Saudi

Zulvri Yenni yang memiliki pengalaman akan memasuki 20 tahun di Kementerian Perdagangan RI menilai, penguatan ekspor Indonesia ke Saudi Arabia membutuhkan kesamaan visi lintas pemangku kepentingan. Ia menekankan pentingnya masukan dari pelaku usaha yang telah lama berinteraksi langsung dengan pasar Saudi.

Menurutnya, pengalaman Hasan Gaido dalam ekosistem bisnis syariah, industri halal, serta penyelenggaraan haji dan umrah menjadi modal penting dalam merumuskan strategi perdagangan yang lebih efektif.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan dari praktisi. Pelaku usaha yang sudah lama masuk ke pasar Saudi memahami betul karakter, peluang, dan tantangannya,” katanya.

Dua Pilar Strategis Peningkatan Ekspor

Menanggapi hal tersebut, Hasan Gaido menilai hubungan bilateral Indonesia–Arab Saudi saat ini berada pada fase yang sangat kuat. Ia menyebut kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman sebagai faktor penting penguat kerja sama strategis kedua negara.

“Hubungan Indonesia dan Arab Saudi saat ini sangat kondusif. Ini momentum besar yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi nasional,” ujar Hasan Gaido.

Ia mencontohkan sejumlah indikator konkret hubungan strategis tersebut, antara lain terwujudnya Kampung Haji Indonesia di Makkah serta penguatan kelembagaan melalui Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Hasan Gaido kemudian mengusulkan dua pilar utama sebagai game changer peningkatan ekspor Indonesia ke Saudi Arabia, yakni:

  1. Peningkatan ekspor produk industri halal Indonesia, dan

  2. Penguatan ekosistem haji dan umrah, khususnya dalam mendukung pengembangan Kampung Haji Indonesia di Makkah.

Gaido Connected sebagai Akselerator

Menutup pertemuan, Hasan Gaido memperkenalkan pendekatan kolaboratif Gaido Connected, yakni keterhubungan strategis antara pemerintah, organisasi, korporasi, dan UMKM Indonesia dengan mitra Saudi Arabia dalam kerangka ekonomi syariah dan industri halal.

“Kita harus bergerak cepat, terkoneksi, dan fokus. Inilah momentum Indonesia menjadikan Arab Saudi sebagai mitra utama ekspor industri halal dan ekosistem haji–umrah,” tegas Hasan Gaido.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi konkret antara pelaku usaha nasional dan pemerintah dalam memperluas penetrasi produk dan jasa Indonesia di pasar Arab Saudi.