Menembus 12 Negara Tempuh 27 Ribu Kilometer, Daeng Anshar Umrah Naik Motor

Hajiumrahnews.com — Perjalanan spiritual yang tidak lazim ditorehkan Anshar, biker asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang akrab disapa Daeng. Mengendarai Yamaha XMAX generasi pertama, ia menuntaskan perjalanan darat dari Indonesia menuju Mekah untuk menunaikan ibadah umrah setelah menempuh jarak sekitar 27.000 kilometer lintas benua.

Jika umrah identik dengan penerbangan langsung menuju Arab Saudi, Daeng justru memilih jalur ekstrem dengan sepeda motor. Perjalanan ini bukan sekadar touring jarak jauh, melainkan ikhtiar ibadah yang dijalani dengan keteguhan niat dan kesiapan menghadapi risiko besar.

Berangkat dari Lumajang dengan Niat Ibadah

Perjalanan Daeng dimulai pada Mei 2025 dari Lumajang, Jawa Timur. Ia meninggalkan kenyamanan perjalanan udara demi pengalaman spiritual yang lebih mendalam melalui jalur darat.

“Perjalanan motoran dari Indonesia ke Mekah penuh tantangan. Saya menghadapi banjir, pegunungan, gurun panjang, hingga cuaca ekstrem. Namun di setiap kilometer selalu ada doa dan dukungan dari banyak orang,” ujar Daeng.

Dalam perjalanannya, ia menghabiskan dana ratusan juta rupiah untuk kebutuhan logistik, perizinan lintas negara, perawatan kendaraan, hingga biaya hidup selama berbulan-bulan di jalan.

Tertahan Imigrasi hingga Jalur Ekstrem

Berbagai hambatan sempat menghadang. Salah satunya ketika Daeng tertahan belasan hari di Thailand akibat persoalan imigrasi. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci.

Rute terberat, menurut Daeng, justru berada di kawasan Asia Tengah. China menjadi salah satu negara paling menantang karena kondisi geografis yang ekstrem dan jalur yang sangat panjang.

“China itu lengkap, gurun ada, salju ada, dan jaraknya jauh sekali. Semua tantangan ada di sana,” tuturnya.

Tantangan yang lebih berat dihadapi saat melintasi Afghanistan. Infrastruktur jalan yang terbatas, jalur berbatu dan berpasir, serta minimnya penerangan membuat perjalanan selama empat hari di negara tersebut terasa sangat menguras fisik dan mental.

Dukungan Kemanusiaan di Tengah Perjalanan

Di balik beratnya perjalanan, Daeng justru menemukan banyak bentuk persaudaraan lintas bangsa. Komunitas motor di Malaysia menyambutnya dengan hangat, bahkan memberikan ban Yamaha XMAX secara cuma-cuma. Hal serupa ia rasakan di Kazakhstan, ketika warga setempat memberinya makanan, minuman, dan bantuan moral tanpa diminta.

Menurut Daeng, dukungan-dukungan kecil itulah yang memberinya kekuatan untuk terus melanjutkan perjalanan.

Momen Spiritual Menuju Mekah

Puncak perjalanan spiritual Daeng terjadi saat ia mengambil miqat di Thaif. Dari titik tersebut, ia melanjutkan perjalanan sekitar 70 kilometer menuju Mekah dengan mengenakan kain ihram.

“Itu momen paling spiritual sepanjang perjalanan saya,” kenangnya.

Rasa haru tak terbendung ketika akhirnya ia melihat Ka’bah untuk pertama kali. Air mata dan sujud syukur menjadi penutup dari perjalanan panjang yang dijalani selama sekitar tujuh hingga delapan bulan.

Apresiasi Yamaha Indonesia

Atas pencapaian tersebut, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menggelar seremoni penyambutan bertajuk MAXI Unstoppable Journey di Yamaha Flagship Shop Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (19/12).

Senior Director Marketing YIMM, Sutarya, menilai perjalanan Daeng menjadi bukti ketangguhan produk Yamaha sekaligus cerminan semangat perusahaan.

“Pencapaian Daeng merefleksikan filosofi ‘KANDO’, di mana konsumen merasakan fun dan excitement. Perjalanan ini juga membuktikan durabilitas skutik MAXI Yamaha,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Yamaha XMAX yang digunakan Daeng merupakan produk global buatan Indonesia yang telah diekspor ke lebih dari 45 negara, sehingga kualitas dan ketersediaan suku cadangnya telah teruji.

Bagi Daeng, perjalanan umrah ini bukan tentang jarak atau popularitas, melainkan tentang keyakinan dan ketulusan niat.

Ia menegaskan bahwa perbedaan kondisi geografis, regulasi, hingga situasi sosial-politik di setiap negara menjadi ujian yang membentuk kedewasaan spiritual selama perjalanan panjang menuju Baitullah.