
Hajiumrahnews.com — Minat masyarakat Arab Saudi terhadap donor organ terus meningkat. Pusat transplantasi organ setempat mencatat sekitar 533.000 warga telah mendaftarkan diri sebagai pendonor organ setelah meninggal dunia.
Program donor organ ini bertujuan menyelamatkan nyawa pasien, mengakhiri penderitaan akibat penyakit kronis, serta memberikan harapan hidup baru bagi mereka yang membutuhkan transplantasi.
Pusat transplantasi organ juga terus mendorong peningkatan kesadaran publik mengenai pentingnya donor organ, sekaligus memastikan akses layanan transplantasi yang adil dan merata.
Data menunjukkan bahwa Riyadh menjadi wilayah dengan jumlah pendonor terbanyak, yakni sekitar 142.000 orang. Posisi kedua ditempati Makkah dengan sekitar 115.000 pendaftar.
Sementara itu, Provinsi Timur mencatat sekitar 65.000 pendonor, sedangkan wilayah Najran memiliki jumlah paling rendah, yakni sekitar 1.500 orang.
Perbedaan ini menunjukkan tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat yang masih beragam antarwilayah di Arab Saudi.
Kepala Pusat Transplantasi Organ Saudi, Talal Al-Goufi, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam program ini adalah penolakan dari pihak keluarga pendonor.
“Ada kemungkinan besar beberapa keluarga menolak donor organ setelah anggota keluarganya meninggal,” ujarnya.
Ia menyebutkan, tingkat penolakan keluarga mencapai sekitar 70 persen dari total kasus yang ditangani tim medis.
Sejak dimulainya program transplantasi organ di Arab Saudi hingga akhir 2023, tercatat lebih dari 6.000 organ berhasil ditransplantasikan kepada pasien yang membutuhkan.
Dalam satu tahun terakhir, jumlah transplantasi juga terus menunjukkan peningkatan. Sepanjang 2023, lebih dari 2.037 transplantasi dilakukan, sementara pada tahun berikutnya jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 2.091 organ.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.662 organ berasal dari donor hidup, menunjukkan kontribusi besar dari masyarakat dalam mendukung layanan kesehatan ini.
Pusat transplantasi organ Saudi juga terus memperkuat penelitian dan pengembangan ilmiah guna meningkatkan kualitas layanan donor dan transplantasi organ.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong kemajuan di bidang kesehatan, baik di tingkat regional maupun global, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien secara berkelanjutan.