
Hajiumrahnews.com - Pemerintah Arab Saudi melarang masyarakat, termasuk warga negara asing, untuk menyebarkan foto, video, maupun informasi terkait serangan yang menargetkan wilayah kerajaan. Kebijakan ini juga berlaku bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut.
Larangan tersebut mencakup aktivitas pengambilan gambar, perekaman, hingga penyebaran informasi terkait penangkisan rudal maupun drone, termasuk lokasi jatuhnya proyektil. Aturan ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan nasional.
“Mengambil foto, merekam, menyebarkan, atau membagikan informasi terkait penangkisan rudal dan drone, serta lokasi jatuhnya dapat berakibat pada konsekuensi hukum,” demikian pernyataan resmi Pemerintah Arab Saudi.
Menanggapi kebijakan tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengimbau seluruh WNI agar mematuhi aturan yang berlaku dan tidak menyebarkan informasi sensitif.
“KBRI Riyadh mengimbau kepada seluruh WNI untuk mematuhi peraturan setempat, tidak menyebarkan informasi sensitif, dan mengutamakan keselamatan diri,” tulis KBRI Riyadh dalam keterangannya pada Ahad (29/3/2026).
KBRI juga meminta WNI tetap tenang dan waspada dalam menyikapi situasi yang berkembang di kawasan tersebut.
“Tetap tenang, waspada, dan ikuti informasi resmi dari pemerintah setempat,” lanjut imbauan tersebut.
Secara rinci, larangan yang harus dipatuhi meliputi pengambilan dan penyebaran foto atau video kejadian, penyebutan lokasi serangan, serta distribusi informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.
“Pelanggaran terhadap imbauan ini dapat dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku di Arab Saudi,” tegas KBRI Riyadh.
Pembatasan ini juga diterapkan di sejumlah negara Timur Tengah lainnya. Tujuannya adalah untuk mencegah kebocoran informasi strategis yang dapat dimanfaatkan dalam serangan lanjutan, sekaligus menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan.
Laporan media internasional menyebutkan bahwa rekaman visual dapat mengungkap posisi instalasi pertahanan dan titik serangan, sehingga berpotensi membahayakan keamanan.
Sebagai rujukan informasi yang akurat, masyarakat diimbau untuk mengikuti kanal resmi pemerintah di masing-masing negara. Di kawasan Timur Tengah, sejumlah akun resmi yang dapat diikuti antara lain:
KBRI Riyadh menegaskan bahwa mengikuti sumber resmi merupakan langkah penting untuk mendapatkan informasi yang valid dan terverifikasi, terutama dalam situasi yang berkaitan dengan keamanan.
Selain itu, kedutaan besar juga secara berkala menyampaikan perkembangan terbaru kepada warga negara asing yang berada di wilayah tersebut.
Kepatuhan terhadap aturan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pribadi sekaligus mendukung stabilitas keamanan di negara tempat tinggal.