Juru Parkir Naik Haji, Perjuangan Sucipto Menabung 14 Tahun

Hajiumrahnews.com — Suara peluit parkir dan derit kendaraan di Pasar Pon, Purwokerto Barat, menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari Sucipto selama lebih dari dua dekade. Ketekunan dan kesabaran pria berusia 64 tahun asal Kelurahan Sumampir, Banyumas, Jawa Tengah itu akhirnya mengantarkannya menuju Tanah Suci.

Sucipto yang bekerja sebagai tukang parkir serta penjaga malam berhasil mewujudkan impiannya untuk menunaikan ibadah haji setelah menabung selama 14 tahun.

“Profesi saya tukang parkir, kalau malam bantu jaga keamanan di perumahan. Dari situ saya nabung sedikit-sedikit,” ujar Sucipto saat ditemui di kediamannya, Selasa (12/5/2026) dikutip dari Antara.

Penghasilan harian sekitar Rp50 ribu serta tambahan upah Rp900 ribu per bulan sebagai penjaga malam tidak membuatnya menyerah. Semangat untuk berhaji terus ia jaga meski harus memenuhi kebutuhan pendidikan ketiga anaknya.

“Kalau habis bayar sekolah anak-anak, ada sisa Rp40 ribu atau Rp50 ribu, saya tabung. Sedikit-sedikit,” kenangnya.

Perjuangan tersebut dimulai sejak 2012. Uang hasil tabungan awalnya disimpan di rumah sebelum akhirnya dimasukkan ke rekening bank ketika jumlahnya mulai terkumpul.

Setoran awal biaya haji yang mencapai Rp25,5 juta membuat Sucipto harus mengambil keputusan besar. Ia menjual sebidang tanah miliknya agar dapat melunasi biaya pendaftaran haji.

Kabar keberangkatan Sucipto ke Tanah Suci pun menjadi kebanggaan warga sekitar Pasar Pon dan lingkungan perumahan tempat ia bekerja. Sosoknya dikenal sederhana dan dekat dengan masyarakat.

“Kadang nelangsa, kadang senang. Warga perumahan pada bangga, nyelameti saya. Tiga RT di sana ikut senang,” katanya sambil menunjuk koper haji yang telah disiapkan di ruang tamu rumahnya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas, H. Afifuddin Idrus, menyebut kisah Sucipto menjadi bukti bahwa ibadah haji dapat diraih melalui kesungguhan dan istiqamah.

“Luar biasa. Ini membuktikan bahwa kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Beliau sudah menunjukkan langkah nyata, istiqamah berusaha hingga akhirnya bisa berangkat,” ujar Afifuddin.

Kemenhaj Banyumas mencatat terdapat sejumlah jamaah lain dari kalangan masyarakat sederhana yang juga berhasil berangkat haji tahun ini, termasuk pedagang kecil dan pekerja informal.

Sucipto dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 14 Mei 2026 melalui Embarkasi Solo bersama Kloter 73. Menjelang keberangkatannya, ia mengaku lebih banyak mempersiapkan diri secara spiritual sambil terus bekerja seperti biasa.

Perjalanan panjang Sucipto menjadi pengingat bahwa panggilan haji tidak hanya ditentukan oleh keadaan ekonomi, tetapi juga oleh kesabaran, ikhtiar, dan keyakinan yang dijaga selama bertahun-tahun.