
Hajiumrahnews.com — Optimisme menyelimuti awal tahun 2026 seiring munculnya figur-figur pemimpin muda yang membawa visi besar dan keberanian berinovasi. Salah satunya adalah Muhammad Ghazi, CEO Gaido Travel, yang kini menjadi representasi generasi baru kepemimpinan ekonomi syariah di Indonesia.
Muhammad Ghazi merupakan putra pertama Muhammad Hasan Gaido, pendiri Gaido Group sekaligus pengusaha nasional dan tokoh Banten. Lahir dan tumbuh dalam tradisi kewirausahaan, dakwah, serta pengabdian sosial, Ghazi membawa warisan nilai tersebut ke dalam kepemimpinan modern yang adaptif dan kolaboratif.
Sebagai penerus Gaido Group, Muhammad Ghazi memimpin Gaido Travel dengan pendekatan strategis yang berpijak pada ekonomi syariah, inovasi berkelanjutan, dan visi jangka panjang perusahaan.
Di bawah kepemimpinannya, Gaido Travel menjadi motor penggerak Gaido Connected, sebuah gerakan nasional yang menargetkan lahirnya 1 juta pengusaha ekonomi syariah di Indonesia. Gerakan ini dibangun melalui empat konektivitas utama.
Pertama, terkoneksi di media sosial, dengan penguatan branding, edukasi, dan pemasaran berbasis konten bernilai untuk menjawab tantangan era digital.
Kedua, terkoneksi di ekosistem ekonomi syariah Gaido Group, melalui integrasi lintas unit usaha, joint operation, dan optimalisasi rantai nilai berbasis syariah.
Ketiga, terkoneksi di bisnis syariah nasional, dengan membangun sinergi bersama pesantren, kampus, UMKM, asosiasi, dan institusi strategis.
Keempat, terkoneksi di bisnis syariah global, khususnya sektor haji, umrah, dan wisata halal, sebagai pintu masuk ekonomi syariah Indonesia ke panggung dunia.
Gaido Travel tidak bergerak tanpa arah. Seluruh langkah dituntun oleh Visi Gaido 2045: Indonesia sebagai Sentral Ekonomi Syariah Dunia. Prinsip yang dipegang teguh adalah bahwa bisnis merupakan dakwah dan bekerja adalah ibadah.
Budaya kerja yang dibangun antara lain doa pagi bersama, program Dasa Derma Gaido, serta sharing session rutin sebagai ruang pembelajaran dan penguatan tim.
Menghadapi dinamika ekonomi global dan nasional yang penuh tantangan, Muhammad Ghazi menegaskan bahwa tahun 2026 harus dijawab dengan adaptasi dan inovasi tanpa batas. Kolaborasi lintas sektor menjadi keniscayaan, dan Gaido Connected diposisikan sebagai solusi untuk memenangkan persaingan global, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, serta mengakselerasi bisnis Gaido Travel dan Gaido Group secara berkelanjutan.
Pada Februari 2026, Gaido Travel genap berusia 23 tahun. Momentum ini diproyeksikan sebagai titik loncat untuk memperkuat peran Gaido sebagai pemandu umat dan bangsa—menghubungkan ibadah, bisnis, dan peradaban dalam satu visi besar ekonomi syariah.
Gaido Connected tidak sekadar program korporasi, melainkan gerakan bersama menuju Indonesia yang berdaulat secara ekonomi dan berdaya saing global, dengan nilai-nilai syariah sebagai fondasinya.