Menag Nasaruddin Umar: IAEI Motor Jihad Ekonomi Syariah Indonesia

Hajiumrahnews.com — Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) menggelar Rapat Kerja Badan Pengurus Harian dan Dewan Pimpinan Pusat periode kepengurusan 2025–2030 di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Sabtu (25/1/2026), sebagai langkah konsolidasi strategis penguatan ekonomi syariah nasional.

Rapat kerja tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum IAEI sekaligus Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, M.A. Kegiatan ini dihadiri jajaran Wakil Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, pengurus harian, para ketua bidang, ketua komite, serta anggota yang memaparkan dan melaporkan program kerja untuk periode 2026–2030.

IAEI sebagai Motor Ekonomi Syariah

Dalam sambutannya, Prof. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa IAEI harus tampil sebagai motor penggerak utama ekonomi syariah Indonesia dengan melibatkan seluruh elemen strategis bangsa.

“IAEI harus menjadi motor penggerak ekonomi syariah dengan melibatkan akademisi, praktisi, pemerintah, dan ulama. Kita ini semua santri, dan inilah jihad ekonomi syariah kita,” tegas Menag.

Ia mengajak seluruh pengurus untuk berpikir dan berkarya secara nyata, apa pun latar belakang profesinya, dengan keberpihakan yang jelas terhadap penguatan ekonomi syariah nasional.

Target Indonesia Peringkat Satu Dunia

Menag Nasaruddin Umar juga menyoroti posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah global yang dinilai masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan.

“Indonesia saat ini berada di peringkat tiga dunia di bawah Malaysia dan Arab Saudi. Harus ada keinginan kuat dan kerja nyata agar Indonesia menjadi peringkat satu,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh program kerja yang dipaparkan dalam rapat kerja mencerminkan kekuatan IAEI sebagai organisasi yang mampu melahirkan karya nyata bagi bangsa dan umat, karena didukung oleh pengurus yang siap bekerja secara konkret.

Penegasan Tugas dan Integrasi Program

Sementara itu, rapat kerja dipimpin oleh Ketua Harian IAEI, Ir. Muhammad Syakir Sula, yang memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran pengurus. Ia menekankan pentingnya disiplin organisasi dan kejelasan peran dalam menjalankan program.

“Tidak ada lagi pertanyaan ‘tugas saya apa’. Semua sudah jelas. Setiap pengurus memiliki tugas, kewenangan, job description, dan SOP. Seluruh program telah terintegrasi di pengurus harian,” kata Syakir Sula.

Ia mengajak seluruh pengurus untuk menyatukan langkah agar IAEI benar-benar menjadi penggerak ekonomi dan keuangan syariah serta mitra strategis pemerintah.

Komitmen Bersama Perkuat Ekosistem Syariah

Pada penutupan rapat kerja, Ketua Umum IAEI menyampaikan bahwa jajaran Wakil Ketua Umum, termasuk Wakil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, memiliki komitmen kuat untuk bersama-sama memajukan IAEI dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.

Rapat kerja ini menjadi tonggak penting konsolidasi strategis IAEI dalam memperkuat peran ekonomi syariah sebagai pilar pembangunan nasional sekaligus kontribusi nyata Indonesia dalam peta ekonomi syariah global.