Menutup Tahun dengan Silaturahmi dan Ikhtiar; Catatan Akhir Tahun M. Hasan Gaido

Hajiumrahnews.com Siang itu, Rabu, 31 Desember 2025, matahari menggantung tenang di atas perbukitan Baros, Serang. Di saat sebagian besar orang mulai menghitung mundur menuju pergantian tahun, M. Hasan Gaido justru memilih langkah yang berbeda: memperlambat waktu, menguatkan silaturahmi, dan merajut harapan.

Di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, sebuah ruang yang merekatkan alam, kearifan lokal, dan nilai-nilai syariah, tokoh Banten sekaligus pendiri Gaido Group itu menutup tahun dengan cara yang sarat makna. Tidak ada pesta meriah atau gemerlap kembang api. Yang ada adalah pertemuan hangat, percakapan jujur, dan refleksi kolektif tentang masa depan.

Meja makan siang tersaji sederhana namun penuh cerita. Nasi gonjleng mengepul hangat, sayur asem dengan rasa segar, bakakak ayam kampung yang gurih, semur jengkol, ikan asin, aneka lalapan, serta sambal khas Gunung Karang yang pedasnya mengikat kebersamaan. Hidangan ini bukan sekadar menu, melainkan simbol akar budaya Banten yang menyatukan beragam latar dalam satu rasa.

Tamu utama siang itu adalah Prof. Dr. Wawan Wahyudin, sosok akademisi yang baru saja dilantik sebagai Ketua BAZNAS Provinsi Banten pada Senin, 29 Desember 2025. Sebelumnya, ia dikenal luas sebagai Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, figur yang lama bergelut di dunia pendidikan dan pengabdian umat.

Hadir pula Dr. Eden Gunawan, Laksamana TNI (Purn), yang kini mengemban amanah sebagai Ketua ICMI Orwil Banten sekaligus Ketua Harian Perkumpulan Urang Banten. Kehadirannya menambah bobot diskusi, mempertemukan perspektif kebangsaan, keumatan, dan kearifan lokal dalam satu ruang dialog.

Dari internal ekosistem Gaido Group, jajaran perwakilan Gaido Travel, Gaido Foundation, Banten Restoran, Baduy Outbound, Santri Mart, hingga Gaido Bank Syariah turut duduk bersama. Kehadiran lintas unit ini menegaskan satu hal: Gaido Group tidak berdiri sebagai entitas terpisah, melainkan sebagai jejaring usaha yang saling menopang dalam satu visi besar.

Usai santap siang, suasana beralih menjadi diskusi strategis. Topik utama mengerucut pada penguatan Gaido Connected, sebuah gerakan yang dibangun di atas empat pilar konektivitas:
terkoneksi di media sosial,
terkoneksi dalam ekosistem ekonomi syariah Gaido Group,
terkoneksi dengan bisnis syariah di Indonesia, dan
terkoneksi dengan jejaring bisnis syariah dunia.

Bagi Hasan Gaido, konektivitas bukan sekadar jejaring bisnis, melainkan ikhtiar kolektif. Diskusi menegaskan komitmen menjadikan Gaido Connected sebagai gerakan nasional untuk melahirkan satu juta pelaku ekonomi syariah di Indonesia. Sebuah langkah panjang yang dirangkai sebagai bagian dari Visi Gaido 2045: Indonesia sebagai Sentral Ekonomi Syariah Dunia.

Dalam konteks inilah, program-program BAZNAS Banten dinilai memiliki irisan kuat untuk dikolaborasikan pada tahun 2026. Mulai dari penguatan zakat, infak, dan sedekah; program Jumat Barokah berbagi makan; pengembangan kampung bebas rentenir; hingga sertifikasi halal bagi UMKM. Kolaborasi ini dirancang melibatkan organisasi kemasyarakatan, kampus, serta perusahaan—baik BUMN maupun swasta—yang tumbuh dan berakar di Banten.

Ke depan, Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound juga diproyeksikan tidak sekadar menjadi destinasi wisata, tetapi berkembang sebagai pusat pelatihan, pembinaan, dan kegiatan strategis BAZNAS Banten. Sebuah ruang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, berdaya saing, dan siap memberi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Menjelang senja, ketika percakapan mulai melambat dan angin pegunungan menyapa lebih sejuk, pertemuan itu menemukan maknanya. Menutup tahun 2025, silaturahmi ini bukan sekadar agenda akhir tahun, melainkan penegasan arah: bahwa kolaborasi, nilai-nilai syariah, dan kearifan lokal Banten adalah fondasi kokoh untuk melangkah dengan optimisme menyongsong 2026.