
Hajiumrahnews.com — Dewan Pengurus Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (DPP IAEI) melalui Bidang VIII Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Sosial Islam menggelar rapat koordinasi untuk menyamakan arah dan menyusun program kerja periode 2026–2030. Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Bidang VIII IAEI, Susiwijono Moegiarso, SE, ME, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Sejumlah pimpinan Bidang VIII turut hadir, di antaranya Wakil Ketua Andi Mengantara, PhD, Muhammad Zei, LC, MA, serta Evita Manthovani, SE, MSI.
Dalam rapat koordinasi tersebut, dibahas sinkronisasi program kerja empat komite yang berada di bawah Bidang VIII IAEI. Keempat komite tersebut memiliki fokus strategis dalam penguatan ekonomi dan keuangan syariah nasional.
Komite Pengembangan Industri Halal dan Ekosistem Haji diketuai oleh Muhammad Hasan Gaido dengan dukungan 13 anggota. Komite ini diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri halal global sekaligus membangun ekosistem haji yang berkelanjutan.
Komite Pengembangan Ekonomi Pesantren dipimpin oleh Jaenal Efendi, Prof. Dr. rer. net., SAg, MA, dengan delapan anggota. Komite ini menitikberatkan penguatan pesantren sebagai pusat pertumbuhan ekonomi umat.
Komite Pengembangan UKM diketuai oleh Ismed Saputra, SE, MM, dengan sembilan anggota, yang berfokus pada pemberdayaan usaha kecil dan menengah berbasis syariah.
Sementara itu, Komite Pengembangan Keuangan Sosial Islam dipimpin oleh Hendri Tanjung, PhD, dengan sembilan anggota, yang diarahkan untuk memperkuat instrumen zakat, wakaf, dan filantropi Islam.
Susiwijono Moegiarso menegaskan bahwa setiap komite telah dibekali job description yang jelas agar program yang disusun selaras, terukur, dan dapat diimplementasikan.
“Dalam waktu satu minggu ke depan, seluruh program harus disatukan menjadi satu dokumen terpadu sebagai bahan pengajuan pada Rapat Kerja Nasional,” ujar Susiwijono dalam arahannya.
Rapat Kerja Nasional IAEI dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari 2026 dan akan dihadiri jajaran pengurus pusat, termasuk Ketua Umum IAEI Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum Purbaya Yudhi Sadewa, serta Wakil Ketua Umum Rosan Roeslani, bersama seluruh pengurus bidang dan komite.
Sebelum pemaparan program kerja, pimpinan rapat memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk memperkenalkan latar belakang profesi masing-masing. Langkah ini mencerminkan kekuatan struktur kepengurusan IAEI yang berasal dari unsur akademisi, praktisi, dan pemerintah.
Rapat berlangsung secara konstruktif dan penuh semangat. Seluruh peserta sepakat bahwa Indonesia memiliki modal kuat untuk tampil sebagai pemain kunci dalam pengembangan ekonomi syariah, industri halal, keuangan syariah, serta ekosistem haji, baik di tingkat nasional maupun global.