Qari dan qariah Indonesia kembali menorehkan prestasi internasional

Hajiumrahnews.com — Tilawah Alquran bukan sekadar seni melagukan ayat-ayat suci. Ia merupakan jalan peradaban yang memadukan ketepatan tajwid, keindahan irama, kedalaman ruh, serta tanggung jawab menjaga kemurnian Kalamullah sebagaimana diwariskan sejak masa Rasulullah SAW dan para sahabat.

Dalam khazanah Islam Nusantara, seni tilawah telah lama hidup dan tumbuh sebagai identitas spiritual umat. Dari masjid kampung hingga panggung internasional, qari dan qariah Indonesia hadir bukan hanya sebagai pelantun ayat, tetapi sebagai duta nilai, adab, dan keindahan Islam.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat kekuatan tilawah dunia. Sejumlah qari dan qariah Tanah Air mencatat prestasi gemilang di berbagai ajang internasional, dari Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika Latin.

Qari: Penjaga Irama dan Makna

Qari adalah individu yang memiliki kemampuan membaca Alquran secara fasih dan benar, dengan penguasaan tajwid, irama, serta estetika bacaan. Di Indonesia, tradisi tilawah berkembang menjadi bagian integral kehidupan umat Islam. Para qari berperan menjaga orisinalitas lagu tilawah sekaligus mewariskan adab membaca Alquran kepada generasi berikutnya.

Dari tradisi inilah lahir qari Indonesia berkelas dunia.

Deretan Qari Berprestasi Internasional

Mohamad Fadhil dikenal sebagai qari muda berbakat Indonesia yang telah meraih berbagai penghargaan internasional. Dengan latar belakang ilmu agama yang kuat dan jam terbang kompetisi tinggi, ia tampil sebagai inspirasi generasi muda, mewakili wajah Islam Indonesia yang lembut dan berwibawa.

Nama Hafiz Firmansyah tercatat kuat dalam sejarah tilawah Indonesia. Selain menorehkan prestasi di ajang MTQ internasional, ia aktif menggerakkan kesadaran generasi muda bahwa Alquran bukan hanya dibaca, tetapi dihidupkan dalam jiwa.

Luthfi Bashori juga menorehkan prestasi di berbagai turnamen internasional. Melalui seminar dan workshop tilawah di berbagai negara, ia berkomitmen mencetak qari yang indah dalam suara, adab, dan pemahaman makna Alquran.

Muhammad Reza Maulana Nurdin mengharumkan nama Indonesia di Amerika Latin dengan meraih Juara II MTQ Internasional dalam rangkaian Pertemuan Pimpinan Komunitas Muslim Negara-Negara BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, September 2025. Ia tampil memukau meski mendapat nomor urut pertama, sebuah ujian mental berat di level internasional.

Imranul Karim menjadi simbol kebangkitan tilawah Indonesia dengan meraih Juara I MTQ Internasional ke-4 di Jakarta pada Januari 2025, serta Juara I 4th International Qari Seminar & Competition di Dhaka, Bangladesh, Desember 2025, mengungguli finalis dari tujuh negara.

Ahmad Khairi Novandra, qari asal Binjai, Sumatera Utara, meraih Juara I kompetisi Alquran internasional di Tanzania pada Maret 2025. Ia mengungguli qari dari Lebanon, Mesir, Turki, Maroko, dan Pakistan dalam ajang bergengsi Afrika Timur tersebut.

Sementara itu, Ardiansyah Abu Bakar mencatat prestasi dengan meraih peringkat ketiga Kompetisi Internasional Membaca Alquran ke-23 di Moskow pada Oktober 2025. Sebelumnya, ia juga meraih juara lomba adzan internasional di Ethiopia dan Juara MTQ Kabupaten Tangerang 2025.

Qariah dan Hafidzah Tak Kalah Gemilang

Prestasi Indonesia semakin lengkap melalui keberhasilan para qariah dan hafidz-hafidzah. Diana Abdul Jabbar meraih Juara I Tilawah Alquran (Qariah Terbaik), Yasin Albar Juara I Tahfiz Alquran (Hafidz Terbaik), serta Nafisatul Millah Juara I Tahfiz Alquran (Hafidzah Terbaik) pada MTQ Internasional ke-4 di Jakarta, Januari–Februari 2025.

Indonesia menyapu bersih posisi juara pertama dalam ajang tersebut yang diikuti peserta dari berbagai negara.

Warisan Qurani yang Terus Hidup

Deretan prestasi ini menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya negeri dengan jumlah Muslim terbesar, tetapi juga penjaga keindahan bacaan Alquran dunia. Lebih dari sekadar piala, para qari dan qariah Indonesia membawa pesan bahwa Alquran hidup dalam suara, adab, dan akhlak.

Mereka adalah wajah Islam Indonesia yang lembut, mendalam, dan berkelas—yang terus mengalunkan Kalam Ilahi ke penjuru dunia.