
Hajiumrahnews.com – Arab Saudi secara resmi membuka pendaftaran ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi bagi calon jamaah dari negara-negara dengan populasi minoritas Muslim. Pengumuman ini disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada Senin malam (03/11/2025).
Calon jamaah kini dapat mendaftar langsung melalui platform resmi Nusuk Hajj, tanpa perantara atau agen pihak ketiga. Kemenhaj menegaskan bahwa Nusuk Hajj merupakan satu-satunya platform resmi dan berizin di bawah program Direct Hajj Program.
Platform Nusuk Hajj dirancang sebagai sistem digital terintegrasi yang mempermudah seluruh proses perjalanan ibadah, mulai dari pendaftaran, pemilihan paket haji, pembayaran, hingga pengaturan akomodasi dan transportasi di wilayah Dua Masjid Suci.
Pada tahap awal ini, jamaah hanya dapat mengamankan pendaftaran mereka. Tahapan pemilihan dan pemesanan paket haji akan diumumkan secara bertahap oleh Arab Saudi dalam waktu dekat.
Calon jamaah dapat mengunjungi situs resmi hajj.nusuk.sa untuk melakukan pendaftaran dengan mengisi data diri seperti negara asal, informasi kontak, dan dokumen identitas. Setelah itu, mereka dapat masuk ke sistem untuk memeriksa status pendaftaran dan menambahkan hingga tujuh anggota keluarga dalam satu akun.
Bagi masyarakat yang ingin menjadi pemandu atau petugas pendamping jamaah, pendaftaran juga dapat dilakukan melalui sistem yang sama setelah mendapat persetujuan dari penyedia layanan resmi yang telah terakreditasi oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Layanan Nusuk Hajj menyediakan dukungan pengguna melalui fitur obrolan langsung (live chat), email, serta pusat panggilan yang beroperasi sepanjang waktu. Pihak kementerian menegaskan bahwa seluruh pendaftaran hanya dapat dilakukan melalui situs resmi hajj.nusuk.sa dan tidak ada pihak lain yang diizinkan mengatasnamakan program Direct Hajj.
Kemenhaj juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai tautan atau iklan tidak resmi yang meminta pembayaran atau transfer dana di luar platform Nusuk. Setiap transaksi atau layanan pihak ketiga harus diverifikasi secara resmi melalui sistem Nusuk Hajj untuk menghindari penipuan.
Program Direct Hajj menjadi bagian dari upaya Arab Saudi memperluas akses dan meningkatkan efisiensi pendaftaran jamaah secara global. Tahun lalu, lebih dari 1,7 juta jamaah menunaikan ibadah haji, menandai peningkatan signifikan dalam penyelenggaraan pascapandemi.
Dengan peluncuran pendaftaran digital ini, Kerajaan Arab Saudi kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan modern, transparan, dan aman bagi seluruh jamaah haji dari berbagai belahan dunia.