Mukhtara Air Hadirkan Layanan Penerbangan Khusus Haji dan Umrah

Hajiumrahnews.com — Permintaan layanan haji dan umrah terus meningkat tajam dalam satu dekade terakhir. Pada 2025, jumlah jemaah haji Indonesia mencapai 221.000 orang, sementara jemaah umrah menembus 1,4 juta orang. Angka itu diproyeksikan bertambah signifikan pada tahun-tahun berikutnya, menjadikan sektor perjalanan keagamaan sebagai industri strategis.

Manazil Al Mukhtara Company, perusahaan berbasis di Arab Saudi yang bergerak di layanan haji, umrah, dan perhotelan di Madinah, melihat peluang tersebut dengan memperluas usahanya ke sektor penerbangan melalui peluncuran maskapai Mukhtara Air.

Mukhtara Air memperkenalkan pesawat pertamanya, Airbus A320, yang diproyeksikan melayani penerbangan jemaah dari Jakarta menuju Madinah dan Makkah. Perusahaan menargetkan pengoperasian sepuluh armada secara bertahap, dengan pusat operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf, menyambut baik kehadiran maskapai baru itu. Menurutnya, semakin banyak operator yang fokus pada layanan haji dan umrah akan membawa dampak positif bagi jemaah Indonesia.

“Dengan adanya maskapai yang fokus pada penerbangan haji dan umrah, diharapkan layanan perjalanan jemaah semakin baik dan optimal,” ujarnya.

Operational Director Mukhtara Air, Andik Setiawan, menyampaikan bahwa satu unit Airbus A320 telah tiba, sementara Airbus A330 masih dalam proses kedatangan. Ia menjelaskan jadwal kedatangan pesawat berbadan lebar tersebut mengalami penyesuaian.

“Airbus A330 yang awalnya dijadwalkan tiba pada 26 November bergeser menjadi 28 November karena perizinan lintas wilayah di Timur Tengah,” katanya.

Pada tahap awal, Airbus A320 akan melayani rute domestik seperti Surabaya, Denpasar, dan Kualanamu, sesuai ketentuan operasional penerbangan. Sementara Airbus A330 akan difokuskan untuk rute internasional, terutama Jeddah, Madinah, dan Taif, sebagai kebutuhan utama jemaah haji dan umrah Indonesia.

Mukhtara Air menargetkan penerbangan internasional khusus jemaah haji dan umrah mulai beroperasi pada awal Januari 2026. Seluruh audit kelayakan dan perizinan dari otoritas Indonesia maupun Arab Saudi sedang dalam tahap penyelesaian.

“Setelah seluruh audit dan perizinan rampung, penerbangan internasional haji dan umrah ditargetkan mulai beroperasi pada awal Januari 2026,” ujar Andik.

Kehadiran Mukhtara Air dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pelayanan haji dan umrah di Indonesia. Dengan tambahan operator penerbangan khusus, jemaah memiliki lebih banyak pilihan layanan yang menitikberatkan pada kenyamanan dan kebutuhan ibadah.

Pelaku industri meyakini bahwa masuknya pemain baru akan meningkatkan standar layanan, efisiensi, dan kompetisi sehat di sektor penerbangan religius yang terus berkembang.