
Hajiumrahnews.com - Pemerintah Arab Saudi terus mempercepat transformasi Kota Makkah melalui pembangunan infrastruktur besar, termasuk rencana pembangunan bandara internasional dan sistem metro modern.
Kepala Royal Commission for Makkah City and the Holy Sites, Saleh Al-Rasheed, menyampaikan bahwa proyek strategis tersebut telah mendapatkan persetujuan untuk dikembangkan dengan standar global.
“Persetujuan telah diperoleh untuk arah investasi strategis dan ekonomi guna mengembangkan Bandara Makkah dengan standar internasional,” ujar Saleh Al-Rasheed dalam wawancara, Selasa (1/4/2026).
Bandara tersebut dirancang untuk melayani jutaan jemaah dari seluruh dunia yang datang ke Tanah Suci setiap tahun.
Pengembangan proyek dilakukan dengan melibatkan sektor swasta guna memastikan model investasi yang berkelanjutan tanpa mengganggu operasional bandara di kota sekitar.
Pemerintah juga telah menyelesaikan studi kelayakan serta desain awal untuk proyek Makkah Metro yang akan menjadi tulang punggung transportasi di kota suci tersebut.
Proyek transportasi ini menjadi bagian dari upaya besar dalam meningkatkan pengalaman jemaah dan masyarakat melalui layanan yang lebih cepat, aman, dan terintegrasi.
Saleh Al-Rasheed menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas utama dalam pengembangan kota.
“Target kami adalah meningkatkan tingkat kepuasan penduduk dan pengunjung hingga 90,5 persen,” jelasnya.
Program “Smart Makkah” juga menjadi bagian penting dari transformasi ini. Teknologi kecerdasan buatan digunakan untuk memantau pergerakan jemaah di Masjidil Haram dan area sekitarnya.
Sistem prediktif diterapkan untuk mengelola arus jemaah, termasuk di Jembatan Jamarat, guna mengurangi kepadatan dan meningkatkan keselamatan.
Penggunaan teknologi udara serta integrasi dengan aplikasi Balady turut mendukung pengelolaan kawasan secara real-time.
Pengembangan transportasi juga mencakup modernisasi layanan bus, taksi, serta transportasi terpandu.
Layanan “Makkah Taxi” telah diluncurkan dengan kendaraan modern yang dilengkapi sistem pelacakan dan pembayaran digital, termasuk kendaraan listrik dan hybrid.
Saat ini, jaringan bus Makkah mengoperasikan 400 unit bus di 12 rute yang melayani lebih dari 430 halte.
“Sejak beroperasi pada Februari 2022, jumlah pengguna telah mencapai lebih dari 185 juta penumpang dengan 3,8 juta perjalanan,” ungkapnya.
Pemerintah juga telah menyelesaikan pembangunan sejumlah jalan lingkar utama yang terhubung langsung dengan Masjidil Haram dan kawasan suci lainnya.
Fasilitas penunjang di sekitar Masjidil Haram terus diperluas, termasuk pembangunan 60 gedung pemeliharaan dan 32 eskalator listrik untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Pengembangan kawasan Arafah dan Mina juga menjadi fokus utama, termasuk pembangunan tenda bertingkat, menara hunian jemaah, serta rumah sakit darurat berkapasitas 200 tempat tidur.
Program keberlanjutan turut dijalankan melalui penanaman 20.000 pohon, pembangunan jalur pejalan kaki teduh, serta sistem pengelolaan air dan limbah yang terintegrasi.
“Proyek pengelolaan air dan limbah telah menghasilkan penghematan lebih dari 310 juta riyal,” jelas Saleh Al-Rasheed.
Langkah ini juga membuka peluang besar bagi sektor swasta, termasuk pengembangan pasar publik serta fasilitas transportasi baru seperti Stasiun Jamarat Barat.
Pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas layanan secara signifikan, termasuk kemampuan menyelesaikan tawaf ifadah dalam waktu 20 menit dengan kapasitas hingga 20.000 jemaah per jam.
Transformasi besar ini menegaskan komitmen Arab Saudi dalam menghadirkan pengalaman ibadah haji yang lebih modern, aman, dan berkelanjutan bagi jutaan jemaah dari seluruh dunia.