Menhaj Pastikan Haji 2026 Siap Hampir 100 Persen, Layanan Lansia Jadi Prioritas

Hajiumrahnews.com — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi telah mencapai hampir 100 persen. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh aspek layanan jemaah terus dimatangkan, dengan perhatian khusus pada kelompok lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan manasik haji Kota Blitar di Masjid Ar Rahman, Rabu (25/3/2026), yang diikuti oleh jemaah setempat serta dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, dan organisasi masyarakat.

Menhaj menekankan pentingnya manasik sebagai bekal utama bagi jemaah dalam menjalankan ibadah haji secara tertib dan sesuai syariat.

“Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menghadirkan layanan terbaik bagi jemaah, mulai dari pembinaan, pelayanan, hingga perlindungan,” ujarnya.

Penguatan Layanan Terintegrasi

Menhaj menjelaskan bahwa pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan pelayanan haji yang lebih fokus dan terintegrasi dari awal hingga akhir proses ibadah.

“Kementerian ini hadir untuk memastikan pelayanan yang berpusat pada jemaah, sejak persiapan, pelaksanaan, hingga kembali ke tanah air,” katanya.

Penyelenggaraan haji, lanjutnya, mengacu pada amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 yang menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jemaah.

Konsep tersebut diwujudkan melalui program Tri Sukses Haji, yang mencakup sukses ritual, sukses ekonomi, serta sukses keadaban dan peradaban.

Fokus pada Layanan Inklusif

Pada penyelenggaraan haji 2026, pemerintah mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.” Kebijakan ini menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan yang inklusif dan berkeadilan.

“Kami memastikan layanan yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah, khususnya lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” tegas Menhaj.

Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan berhaji merupakan panggilan istimewa, sehingga jemaah diminta memanfaatkan manasik dengan maksimal sebagai bekal ibadah.

“Bapak dan Ibu adalah orang-orang yang beruntung. Manasik ini menjadi bekal penting agar ibadah dapat dilaksanakan dengan benar, disiplin, dan penuh kebersamaan,” ungkapnya.

Kesiapan Teknis dan Jadwal Keberangkatan

Menhaj memastikan bahwa seluruh aspek teknis penyelenggaraan haji telah dipersiapkan secara matang. Layanan akomodasi di Makkah dan Madinah, konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah berada pada tahap akhir.

“Akomodasi di Makkah dan Madinah, layanan konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah dipersiapkan. Penerbitan visa juga telah mencapai lebih dari 95 persen,” jelasnya.

Pemerintah juga telah menjalin kerja sama dengan syarikah di Arab Saudi untuk memastikan kualitas layanan selama jemaah berada di Tanah Suci, termasuk distribusi kartu Nusuk sebagai identitas layanan jemaah.

Adapun pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan dimulai pada 22 April 2026.

Harapan Kelancaran di Tengah Dinamika Global

Menutup pernyataannya, Menhaj mengajak seluruh pihak untuk mendoakan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, terutama di tengah dinamika global yang masih berkembang.

“Kita semua berharap situasi di Timur Tengah tetap kondusif sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya.