
Hajiumrahnews.com — Jemaah haji Indonesia berpeluang menikmati fasilitas penginapan baru di Makkah mulai musim haji 2026. Hotel Novotel Thakher, yang telah diakuisisi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), disiapkan sebagai bagian dari rencana besar pemerintah membangun Kampung Haji Indonesia di Tanah Suci.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menyampaikan bahwa hotel tersebut ditargetkan mulai digunakan pada musim haji 2026. Menurutnya, akuisisi Hotel Novotel Thakher merupakan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji Indonesia.
“Mulai bisa digunakan pada tahun 2026, dan rencana pembangunan 13 tower lagi demi kenyamanan ribuan jemaah. Pak Prabowo ingin jemaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik di Tanah Suci,” tulis Andre Rosiade melalui akun Instagram pribadinya, Senin (29/12/2026).
Hotel Novotel Thakher direncanakan mulai beroperasi dengan 1.461 kamar pada fase awal. Dalam pengembangan jangka panjang, akan dibangun 13 tower tambahan di atas lahan seluas sekitar lima hektare, dengan kapasitas total mencapai 24.000 jemaah.
Andre Rosiade mengaku telah meninjau langsung progres pembangunan di lapangan dan menilai proyek ini sebagai harapan baru bagi peningkatan layanan akomodasi jemaah haji Indonesia.
“Saya melihat langsung progres di lapangan. Hotel Novotel Thakher di Makkah kini menjadi harapan baru bagi peningkatan layanan jemaah haji Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menekankan keunggulan lokasi hotel yang relatif dekat dengan Masjidil Haram, dengan waktu tempuh sekitar tiga menit berkendara.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kenyamanan jemaah adalah prioritas utama,” imbuhnya.
Sebelumnya, Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) telah menandatangani perjanjian akuisisi dengan Thakher Development Company pada 14 Desember 2025. Kesepakatan tersebut mencakup aset perhotelan dan real estat di kawasan Thakher City, yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.
Dalam perjanjian itu, DIM dan Thakher Development Company menyepakati akuisisi Novotel Makkah Thakher City dengan 1.461 kamar, serta 14 bidang tanah dengan total luas sekitar 4,4 hektare yang dialokasikan untuk pengembangan di masa depan.
Danantara mencatat, jumlah jemaah umrah Indonesia setiap tahun mencapai lebih dari dua juta orang, sementara jumlah jemaah haji Indonesia secara konsisten berada di atas 200 ribu orang. Karena itu, investasi ini dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan jangka panjang layanan haji dan umrah.
CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menyatakan bahwa perjanjian ini menjadi fondasi awal keterlibatan jangka panjang Danantara di sektor perhotelan Arab Saudi.
“Meskipun kepemilikan atas aset-aset yang diidentifikasi telah diformalkan melalui perjanjian ini, pengembangan berikutnya akan dilaksanakan secara bertahap, berdasarkan kajian kelayakan yang komprehensif, pertimbangan regulasi, serta standar tata kelola yang prudent,” ujar Rosan.
Pengembangan proyek ini didukung oleh Al Khomasiah Real Estate Development sebagai mitra lokal strategis. Seluruh tahapan akan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan Indonesia, termasuk Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC).
“Melalui proses bertahap yang akuntabel dan ditopang tata kelola kelembagaan yang kuat, Danantara Indonesia berkomitmen memastikan setiap tahap pelaksanaan memberikan nilai publik yang berkelanjutan dan terukur,” pungkas Rosan.
Dengan hadirnya Hotel Novotel Thakher dan rencana Kampung Haji Indonesia, pemerintah berharap layanan akomodasi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci semakin layak, nyaman, dan berorientasi pada kemaslahatan jemaah.