
Hajiumrahnews.com — Pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 telah memasuki hari kedelapan. Selain pembekalan tugas dan fungsi pelayanan jemaah, peserta diklat juga menjalani pelatihan kedisiplinan melalui metode baris-berbaris (PBB) sebagai bagian dari pendekatan semi-militer yang diterapkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Pendekatan ini diterapkan untuk membentuk petugas haji yang tidak hanya memahami tugas teknis, tetapi juga memiliki fisik yang prima, mental tangguh, serta soliditas tim yang kuat selama bertugas di Tanah Suci.
Komandan Kompi B Diklat PPIH 2026, Mayor Kolonel Rofiq, menegaskan bahwa latihan PBB memiliki nilai strategis dalam membangun karakter petugas. Menurutnya, PBB mengajarkan disiplin, kebersamaan, dan kepatuhan terhadap komando.
“Dalam PBB tidak ada yang bergerak sendiri-sendiri. Semua harus kompak, bergerak bersama sesuai arahan pimpinan,” ujar Rofiq di lokasi pelatihan, Selasa (12/1/2026).
Ia menambahkan, pola kerja tersebut sangat relevan dengan kondisi pelayanan haji di Arab Saudi yang menuntut koordinasi cepat dan kerja tim yang solid. “Ketika bertugas nanti, petugas harus mampu bekerja sesuai sistem, bukan berdasarkan kehendak pribadi, demi pelayanan jemaah yang maksimal,” katanya.
Pelatihan ini juga mendapat respons positif dari peserta. Bagus Zeny, peserta asal Demak, Jawa Tengah, menilai metode semi-militer justru meningkatkan disiplin dan kepercayaan diri peserta.
“Latihan ini menumbuhkan semangat kebersamaan. Kerja PPIH adalah kerja tim, sehingga kekompakan menjadi kunci utama,” ujar Bagus.
Pandangan serupa disampaikan Eky Hendriawan, peserta asal Bengkulu. Ia menilai latihan PBB melatih kedisiplinan sekaligus kepekaan sosial antarsesama petugas.
“Ada rasa malu dan dorongan untuk memperbaiki diri jika melakukan kesalahan. Itu membentuk tanggung jawab personal sekaligus kepedulian tim,” ucap Eky.
Sementara itu, Iif M Arif, peserta asal Kuningan, Jawa Barat, mengaku terkesan dengan nilai-nilai yang disampaikan melalui yel-yel pelatihan. Menurutnya, yel-yel tersebut mengandung pesan spiritual tentang keikhlasan dan kegembiraan dalam menjalankan tugas.
“Maknanya sangat dalam, menanamkan prinsip bahwa tugas pelayanan harus dijalani dengan hati gembira dan niat yang lurus,” kata alumni Al Azhar Kairo tersebut.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut pelatihan semi-militer mulai menunjukkan dampak positif. Ia mengungkapkan bahwa banyak peserta awalnya meragukan pendekatan tersebut.
“Awalnya banyak yang mencibir, menganggap ini terlalu militeristik. Namun setelah dijalani, mereka justru menemukan kegembiraan dan kekompakan,” ujar Dahnil usai kegiatan Fun Walk bersama PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Dahnil, pelatihan ini dirancang bukan untuk menakut-nakuti, melainkan membentuk etos kerja kolektif dan kedisiplinan yang dibutuhkan dalam pelayanan jemaah haji. “Faktanya, peserta justru merasakan kebersamaan dan semangat baru,” pungkasnya.