
Hajiumrahnews.com —Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menerima Anugerah TIMES Indonesia 2025 untuk kategori Man of The Year bidang Inspirational Youth Empowerment Leader. Penganugerahan berlangsung pada Kamis, 27 November 2025, di Hotel Grand Mercure Malang Mirama, Kota Malang.
Dalam kesempatan itu, Dahnil menyampaikan bahwa pemberdayaan pemuda merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan konsistensi. “Pemberdayaan pemuda bukan sekadar program seremonial, tetapi investasi masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan perlunya ruang aktualisasi yang luas bagi generasi muda untuk tumbuh sebagai pemimpin yang berintegritas. “Kami ingin melihat para pemuda menjadi sosok yang kreatif, inklusif, dan siap mengambil peran penting dalam pembangunan,” kata Dahnil.
Selama bertahun-tahun, Dahnil dikenal aktif dalam berbagai program sosial, pendidikan, dan pelatihan yang menyasar pemuda di berbagai daerah. Ragam kegiatan tersebut mencakup mentoring, pengembangan kapasitas, hingga pelatihan kepemimpinan.
Kontribusi itu dinilai memberikan dampak signifikan dalam menumbuhkan keterampilan sekaligus karakter kepemimpinan generasi muda. Banyak program yang ia gagas menekankan pentingnya kreativitas, literasi, dan kepedulian sosial.
Kiprah Dahnil semakin mencuat ketika ia menjabat sebagai Ketua PP Pemuda Muhammadiyah periode 2014–2018. Pada masa itu, organisasi kepemudaan tersebut aktif mengembangkan kegiatan sosial, advokasi, serta penguatan kapasitas pemuda dalam skala nasional.
Setelah masa jabatannya berakhir, pada 28 September 2024 ia mendirikan organisasi masyarakat Matahari Pagi Indonesia (MPI). Dalam struktur organisasi, ia menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan PB MPI.
MPI awalnya berperan sebagai gerakan sukarelawan pada pemilihan presiden sebelum berkembang menjadi ormas yang lebih mapan. Struktur organisasi MPI diisi sejumlah tokoh nasional seperti Ahmad Muzani, Rosan Roeslani, hingga musisi Ahmad Dhani. Sejumlah purnawirawan perwira tinggi TNI dan Polri juga bergabung, termasuk Laksamana TNI (Purn.) Marsetio dan Komjen Pol. Agus Adrianto.
Sejak berdiri, MPI menjalankan beragam kegiatan sosial seperti Makan Bahagia Gratis, Akademi Bapak Pemikiran Bangsa, serta program bantuan bagi korban bencana alam. Kegiatan tersebut memperkuat posisi MPI sebagai gerakan sosial yang aktif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Program-program tersebut juga merefleksikan nilai-nilai yang selama ini diusung Dahnil dalam perjalanan aktivismenya: solidaritas, pemberdayaan, dan orientasi pada maslahat publik.