
Hajiumrahnews.com — Asosiasi Ekosistem Pariwisata Penyelenggara Travel Umrah–Haji Republik Indonesia (Astagatra RI) resmi dideklarasikan pada 4 November 2025 di Jakarta. Belum genap sepekan setelah kelahirannya, organisasi baru ini langsung melaju ke panggung internasional dengan mengikuti ajang pameran Umrah dan Haji di Jeddah, Arab Saudi, pada 8–12 November 2025.
Langkah cepat tersebut dinilai menjadi pembeda dibandingkan asosiasi sejenis yang telah lama berdiri di Indonesia. Astagatra RI membawa konsep ekosistem pariwisata haji, umrah, dan wisata halal yang terintegrasi dari hulu ke hilir, serta berkomitmen aktif hadir dalam forum internasional untuk membuka peluang kerja sama lintas negara.
Ketua Umum Astagatra RI, Rizky Sembada, menegaskan bahwa percepatan ekspansi internasional merupakan strategi utama asosiasi sejak awal pembentukannya. “Astagatra RI lahir untuk kebangkitan ekonomi umat dengan tujuan mengembangkan ekosistem pariwisata haji dan umrah yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” ujarnya dalam gelaran pameran internasional tersebut.
Dalam rangkaian kunjungan di Jeddah, delegasi Astagatra RI memperkenalkan organisasi serta delapan pilar programnya kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) dan sejumlah pemangku kepentingan di Kerajaan Arab Saudi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya membangun dukungan awal demi terselenggaranya pengembangan ekosistem pariwisata yang inklusif serta bermanfaat bagi jamaah Indonesia.
Rizky menjelaskan bahwa Astagatra RI tidak hadir untuk bersaing dengan asosiasi lain yang telah lebih dulu berdiri. Sebaliknya, kehadirannya dimaksudkan untuk menawarkan model baru yang lebih menyeluruh. “Kami lahir bukan untuk bersaing, tetapi membawa konsep baru tentang ekosistem pariwisata umrah dan haji yang terintegrasi. Hal tersebut akan memberikan pelayanan maksimal bagi jamaah. Dukungan semua pihak, termasuk Konjen RI di Jeddah, sangat kami butuhkan,” tegasnya.
Kunjungan tersebut juga membuka ruang komunikasi dengan berbagai instansi pemerintah dan pelaku industri di Arab Saudi yang dinilai strategis dalam membangun ekosistem pariwisata dua arah antara Indonesia dan Saudi.
Astagatra RI menyusun konsep ekosistem berbasis delapan pilar yang berfungsi memperkuat rantai layanan pariwisata haji–umrah serta wisata halal. Kedelapan pilar tersebut meliputi:
Pariwisata internasional
Haji dan umrah
Transportasi
Perhotelan
Produk halal
Logistik
Perbankan dan asuransi syariah
Pengembangan SDM dan akreditasi
Semua elemen tersebut dirancang untuk bekerja secara terhubung guna menciptakan standar pelayanan jamaah yang lebih efektif, aman, dan profesional. Konsep ini sekaligus menjadi dasar strategi peningkatan daya saing penyelenggara travel umrah dan haji nasional di tingkat global.
Salah satu program yang mulai dijajaki ialah pengembangan pariwisata dua arah antara Indonesia dan Arab Saudi. Selain mendorong kunjungan jamaah haji dan umrah Indonesia ke Tanah Suci, Astagatra RI juga membuka peluang agar wisatawan Arab Saudi dapat menikmati potensi wisata halal di Indonesia.
Upaya ini diharapkan mampu mempercepat kebangkitan ekonomi umat di berbagai sektor, mulai dari transportasi, perhotelan, UMKM produk halal, hingga industri kreatif. Integrasi ekosistem diyakini dapat menghasilkan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian nasional.